Kedai Tok Awang

Agar Neymar tak Ikut-ikutan Messi dan Ronaldo

Di ajang Piala Dunia, kedua negara berduel empat kali dan Brasil memenangkan tiga di antaranya.

Agar Neymar tak Ikut-ikutan Messi dan Ronaldo
AFP PHOTO/GETTY IMAGES/MADDIE MEYER
PEMAIN tim nasional Brasil, Neymar 

Tok Awang menggaruk-garuk kepalanya yang sangat boleh jadi tak gatal. "Entah apanya yang ngeri dari Meksiko ini lah. Awak pun bingung. Kaloknya memang ngeri, pastilah enggak akan kena gibal Swedia orang tu."

Pak Udo sebenarnya mau buka mulut. Entah menyemburkan kalimat yang lain atau masih kalimat yang sama, tak sempat dilakukan karena sudah keburu dipotong Lek Tuman. Disebutnya, permainan yang hampir senafas seyogianya membuat Brasil waspada. Terlebih-lebih, Meksiko bukan tidak sering mengejutkan mereka.

"Sebenarnya ada yang Atok lupa bilang. Di Piala Dunia memang tiga kali mereka kalah. Namun, kan, mereka jugak ada ketemu di kejuaraan lain. Ada di Piala Konfederasi. Ada jugak di Copa America. Meskipun bukan negara Amerika Selatan, Meksiko beberapa kali diundang untuk ikut kejuaraan. Nah, di sana, Brasil beberapa kali kalah."

"Artinya apa? Brasil jangan sok! Betul orang tu hebat-hebat. Dari kiper sampek penyerang pemain-pemain nomor satu di liga-liga top Eropa. Sedangkan Meksiko, dua pemain senior dan yang paling berpengaruh di sana, Guardado dan Chicarito, cumak main di Real Betis dan West Ham United."

"Namun sejak pertandingan pertama sampai pertandingan Spanyol tadi malam, sudah berkali- kali terbukti, tim bertabur bintang bukan segala-galanya. Strategi palang pintu Rusia membuat para selebritas lapangan hijau di tim Spanyol kebingungan. Nyerang kekmana pun enggak bisa mereka nembus pertahanan Rusia. Sialnya lagi, di babak adu penalti, cacingan pulak tendangan si Koke dan Si Aspas. Tebalek-baleklah bursa Si Jon. Iya, kan, Jon."

REAKSI pemain tim nasional Spanyol, Sergio Ramos (kiri) dan David de Gea, usai dikalahkan Rusia pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018, Minggu (1/7).
REAKSI pemain tim nasional Spanyol, Sergio Ramos (kiri) dan David de Gea, usai dikalahkan Rusia pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018, Minggu (1/7). (AFP PHOTO/KIRILL KUDRYAVTSEV)

"Iya, Pak Kep. Payah cakap awak sekarang," kata Jontra Polta.

Lek Tuman mengatur nafas, sejenak melihat ke sekeliling. Tampak menikmati benar menjadi pusat perhatian. "Ini Piala Dunia, bukan kejuaraan kaleng-kaleng. Sudah sampai perdelapan final pulak. Sekali Brasil anggap enteng, rusak sudah, pulanglah Neymar menyusul Messi dan Ronaldo. FIFA pun makin pening, entah siapalah lagi yang nanti mau orang tu kasi piala Ballon d'Or. Messi dan Ronaldo cepat kali pulang. Salah malah lebih cepat lagi."

"Kok payah-payah, kasikan aja ke David Beckham," sergah Ocik Nensi dari balik steling.

Tok Awang geleng-geleng kepala. Lek Tuman, Pak Udo, dan Mak Idam tersenyum dikulum. Sudung dan Jontra Polta memilih diam, tak mau cari perkara. Demikian Pace Pae. Akhirnya, Sangkot yang mencoba memberi pencerahan.

"David Beckham sudah lama pensiun, Cik. Sekarang jadi model sempak bikinannya sendiri."

"Oh iyanya? Seddep kale!" seru Ocik Nensi, dan sejurus itu menyenandungkan lagu yang disebutnya dipersembahkan untuk Ronaldo dan abang-abang tampan di tim Spanyol. Lagu berjudul "Pergi untuk Kembali", tentu saja versi Via Valen.(t agus khaidir)

Telah Dimuat di Harian Tribun Medan
Senin, 2 Juli 2018
Halaman 1

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved