Kuasa Hukum Minta Fahri dan Juhri Diaktifkan Kuliah, Ini Jawaban dari Pihak UMSU

"Enggak ada, kita kan patuh sama prosedur hukum. Ya sudah kita tunggu saja. Yang jelas kita masih proses banding,' imbuhnya.

Kuasa Hukum Minta Fahri dan Juhri Diaktifkan Kuliah, Ini Jawaban dari Pihak UMSU
ist
Kampus UMSU

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aidil Aditya, Penasihat Hukum M Juhri Sipayung dan Muhammad Fahri Zendrato, dua mahasiswa fakultas teknik yang diskorsing  kampusnya, mempertanyakan sikap pihak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang belum mengaktifkan kembali dua mahasiswanya itu pascaputusan PTUN Medan pada Mei 2018 lalu.

"Kita sudah menang di PTUN Medan. Disamping itu juga ada putusan terkait dengan penundaan yang berarti SK skorsingnya itu ditunda sampai ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Nah artinya kan begini, SK skorsing itu tetap dinyatakan ditunda berarti mahasiswa itu harusnya diaktifkan lagi di kampus," ujar Aidil Aditya juga salah satu penasihat hukum (PH) Fahri dan Juhri, Selasa (3/7/2018).

Aidil juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengetahui pihak UMSU sedang melakukan banding terhadap perkara ini. Namun menurut Aidil yang juga aktif di LBH Medan ini, berdasarkan putusan PTUN Medan itu, sekalipun sedang proses banding, pihak UMSU seharusnya juga mengaktifkan kembali dua mahasiswanya itu.

"Seharusnya aktifkan dulu, mereka mau banding ya silakan namanya juga hak mereka. Jadi sekalipun pihak UMSU sedang banding, jadi ketika mereka sudah banding, melekat juga putusan ini, penundaan ini bahwasannya objek itu ditunda sampai ada putusan yang berkekuatan hukum tetap, kan begitu," imbuhnya.

Tapi Menurut Aidil, yang jadi masalah adalah sampai hari ini pihak kampus belum juga mengaktifkan kedua mahasiswanya yakni Fahri dan Juhri. Padahal sudah hampir dua bulan putusan itu dikeluarkan PTUN Medan.

"Kalau gugatan diajukan tanggal 18 Januari 2018. Putusan hari Jumat tanggal 11 Mei 2018. Tapi sampai sekarang dua mahasiswa itu belum diaktifkan lagi, nah itu masalahnya," kata Aidil.

Maka dari itu, Aidil selaku perwakilan kuasa hukum dari Fahri dan Juhri meminta agar kedua mahasiswa FT UMSU itu bisa diaktifkan kembali.

"Yang kita mintakan sekarang walaupun UMSU saat ini banding, harus diingat juga objek sengketa dapat ditunda berdasarkan keputusan ini (PTUN Medan). Jadi mahasiswa itu harus diaktifkan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Humas) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Ribut Priadi yang dihubungi Tribun-Medan.com, mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved