Pilgub Sumut

Djarot Sebut Rela Martir Demi Pancasila dan NKRI, Berharap Sumut Tidak Terpecah

Jangan ada yang saling menghujat dan jangan sampai kita terpecah belah, semua ini demi NKRI dan Pancasila

Djarot Sebut Rela Martir Demi Pancasila dan NKRI, Berharap Sumut Tidak Terpecah
Tribun Medan/ HO
Djarot bersama warga Durin Tunggal berkonvoi bersama, Jumat (1/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjadi seorang patriot sejati dan pemegang ajaran teguh Bung Karno tampaknya telah menjadi tekad Djarot Saiful Hidayat. katanya, tidak boleh ada partisi-partisi yang saling menghalangi di masyarakat akibat momen pilkada.

"Jangan ada yang saling menghujat dan jangan sampai kita terpecah belah, semua ini demi NKRI dan Pancasila," ujarnya, Sabtu (7/7/2018).

Pernyataan tersebut disampaikan Djarot saat dialog dengan tribun-medan.com di kediaman pribadinya, Jalan Kartini no 6 Medan.

Pria yang baru merayakan ulang tahun ke-56 tepat sehari lalu itu menyayangkan,masih ada pihak yang masih memainkan pola-pola berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di tengah keutuhan NKRI dewasa ini.

"Biar saya dihujat, dicaci serta dimaki, dijelek-jelekkan, tapi semuanya saya lakukan demi Pancasila dan NKRI," ucapnya. Ia mengibaratkan dirinya sebagai martir, demi cita-cita pendiri bangsa.

"Kita harus selalu menjaga keutuhan bangsa dan negara,melepas segala kepentingan pribadi demi Indonesia. Saya telah berkali-kali menghadapi kondisi yang demikian peliknya,di mana masyarakat kita saling terpecah akibat momen politik," ungkapnya.

Apapun hasil pilkada nanti, kata Djarot tidak boleh tercipta dikotomi masyarakat di lapangan, semuanya harus bertekad demi keutuhan bangsa dan negara.

"Bila nanti ada golongan yang merasa tidak puas menyebabkan Sumut ini terpecah itulah konsekuensi logis dari politik identitas yang kemarin masif dilakukan. Tetapi saya minta semua pihak menjaga diri, saling menguatkan dan Sumut tidak boleh terpecah," katanya.

Baca: BMKG Minta Masyarakat Tidak Khawatir Terhadap Penurunan Suhu Ekstrem di Malam Hari

Baca: Video Murid SMP Diculik Debt Collector Akibat Ayah Nunggak Cicilan Sepeda Motor

Baca: HORE! Frets Butuan Akhirnya Bergabung ke PSMS, Pelatih Tak Pastikan Menjadi Starter

 

Baca: Polda Sumut Tangkap 4 Perempuan Pencuri dan Penadah Tandan Buah Sawit  Milik PTPN III 

 

Sebab apabila Sumut mengalami perpecahan, bagi Djarot, masyarakat Sumut dengan begitu mengaminkan posisi pihak-pihak yang memainkan politik identitas itu serta nafsu kekuasaannya.

Djarot menjelaskan, dirinya dan segenap para kader, relawan,simpati dan elemen lainnya akan bersiap menatap apapun hasil pilkada yang telah diselenggarakan.

"Besok kita akan melakukan dialog dan menyatukan tekad untuk mengawal Sumut ke depan," jelasnya.

Sementara itu di lain pihak, Ketua Tim Kampanye Djarot-Sihar, Jumiran Abdi mengatakan pihaknya akan mengadakan pertemuan besar para kader, simpatisan dan relawan di Jalan Cipto,Minggu, (8/7/2018).

"Apapun hasilnya kita siap dan menerima lapang dada, serta konsolidasi menatap pilleg serta pilpres di 2019," katanya.

(cr7/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved