Awas Tertipu di Restoran Apung Bagan Percut, Beli Udang Besar disajikan Udang Kecil

Apa jadinya bila lokasi wisata kuliner dijadikan tempat penipuan oknum-oknum yang memanfaatkan kepolosan para wisatawan?

Tayang:
Lokasi wisata kuliner restoran apung Bagan Percut yang terletak di Desa Bagan Percut Ujung, Kec. Percut Sei Tuan, Pematang Lalang, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang melakukan penipuan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

Tribun-Medan.com, MEDAN - Apa jadinya bila lokasi wisata kuliner dijadikan tempat penipuan oknum-oknum yang memanfaatkan kepolosan para wisatawan?

Hal ini terjadi di lokasi wisata kuliner restoran apung Bagan Percut yang terletak di Desa Bagan Percut Ujung, Kec. Percut Sei Tuan, Pematang Lalang, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Perjalanan ke lokasi restoran sekitar satu jam dari pusat Kota Medan.

Hal ini dialami oleh seorang pengunjung Ibu Simanjuntak bersama keluarganya yang berangkat dari Kota Medan.

Awalnya ia bersama keluarga sampai di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (7/7/2018) kemarin.

Lalu membeli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dimana disuguhkan berbagai jenis makanan laut diantaranya, kepiting, kerang, udang, cumi-cumi, dan berbagai jenis ikan.

Simanjuntak bersama keluarganya lalu hendak membeli satu ekor ikan kakap, 1 kg kerang, 1,3 kg kepiting, dan 0,5 kg udang kelong.

Usai membeli berbagai jenis seafood, ia lalu hendak mengolahnya di restoran apung yang membutuhkan boat nelayan untuk sampai ke lokasi yang membutuhkan waktu 10 menit.

Sesampainya di lokasi, Simanjuntak langsung memberikan hasil belanjaan kepada pihak restoran apung dengan bayaran 20 ribu per item.

Menunggu sekitar 30 menit akhitnya seluruh seafood telah diolah dengan berbagai jenis bumbu.

Namun apa yang terjadi udang yang awalnya dibeli jenis udang kelong dengan ukuran yang besar disajikan tidak seperti awal dibeli. Pihak restoran menyajikan udang jenis udang putih dengan ukuran yang kecil dan tak segar lagi.

Simanjuntak mengatakan sempat melakukan komplain dengan hidangan yang berbeda yang telah disajikan namun pihak restoran berdalih bahwa ikan tersebut telah sesuai.

"Awalnya sudah curiga kenapa udangnya berbeda seperti yang dibeli. Padahal sudah kami yang pilih sendiri. Tapi waktu dibilang mereka ngotot dengan nada tinggi bilang itu udang yang dibeli. Lalu berdalih lagi itu ditipu di tempat pelelangan ikan," katanya.

Merasa ditipu, Simanjuntak hendak menceritakan kepada pengunjung lainnya. Dan ternyata juga mendapatkan perlakuan hal yang sama, tertipu 6 kg udang tidak sesuai seperti yang dibeli.

"Tadi waktu berdebat pengunjung sebelah juga mengaku tertipu dengan hidangan yang diberikan pihak restoran sebanyak 6 kg udang. Padahal ia mengaku harga udang tersebut berbeda jauh dari udang yang dihidangkan," terangnya.

Selain merasa tertipu, ia juga mengeluhkan harga dari biaya restoran juga tidak masuk akal.

"Bayangin harga 4 potong kecil pepaya 10 ribu, harga 4 potong nenas 10 ribu, mentimun 10 ribu, sayur satu mangkung 10 ribu. Total kami hanya memasak terkena hingga 170 ribu," tuturnya.

Usai berdebat, ia mengaku mendapat diskriminasi dari pihak restoran yang tak senang mendapat protes dari pembeli. "Tadi beberapa laki-laki pekerja disitu langsung datangi kami sekeluarga tanya-tanya dengan nada tinggi. Lalu ketika mau pulang boat kami sengaja dibuat lama,"

Terakhir, ia berharap hal tersebut tak boleh terulang kepada pembeli lainnya. Disini butuh peran pemkab setempat untuk bisa mengelola lokasi wisata untuk membuat wisatawan merasa tak tertipu.

"Ini membuat kapok datang kemari lagi, padahal tempat ini bagus. Tapi ada oknum yang membuat tempat ini jadi tempat penipuan. Pemkab setempat harusnya bisa mengatasi ini membuat harga yang sama untuk semua biaya wisata. Para pelaku usaha juga harus diawasi. Banyak ," pungkasnya.

Namun, pekerja restoran yang tak inginkan disebut namanya berdalih bahwa rumah makannya tak mengganti makanan dari tangan pelanggan.

"Mana ada tidak ada kami ganti, itu yang dikasih kami masak. Mungkin itu penjual di tempat pelelangan yang mengganti udangnya," tuturnya dengan nada tinggi.

(cr10/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved