Video Penggerebekan Diduga Main Judi Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs, Loh Begini Jawaban Polda!

Penggerebekan itu terjadi pada malam hari tanggal 20 Mei 2018, saat SH dan lima rekannya diduga sedang bermain judi di kamar hotel.

TRIBUN MEDAN/Repro
Capture video penggerebekan diduga bermain judi 

Ia menyebut, membagikan video yang ada padanya kepada wartawan agar masyarakat luas tahu perihal kasus tersebut.

Terlebih hingga kini, pejabat inisial SH dan lima teman lainnya masih melenggang bebas.

"Saya berharap Bapak Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw untuk menahan enam orang diduga pemain judi yang ditangkap tersebut. Dan juga mengusut pelaku dan dalang teror yang saya alami," harapnya.

Apalagi, sebut Arif, sebelumnya seorang pejabat Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut, Joenedy Tua Saragih, tertangkap main judi dan langsung dilakukan penahanan hingga kini.

"Saya tidak mau menjustice yang lain, saya ingin hukum ditegakkan," harapnya.

Screenshot video diduga Pj Wali Kota Padangsidempuan SH digerebek main judi.
Screenshot video diduga Pj Wali Kota Padangsidempuan SH digerebek main judi. (TRIBUN MEDAN/Repro)

Sehari kemudian atau Selasa (10/7/2018) Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, mengklarifikasi terkait video penggerebekan dugaan perjudian oleh pejabat dan sipil di salah satu hotel berbintang di Kota Medan tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima www.tribun-medan.com, Tatan menjelaskan, bahwa benar bahwa tim unit 5 subdit III Ditreskrimum Polda Sumut yang dipimpim AKP Eliakim bersama empat anggotanya melakukan penindakan terhadap beberapa PNS dan warga sipil yang diduga melakukan permainan kartu yang diduga bermain judi, di dalam kamar salah satu hotel berbintang di Kota Medan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan beberapa set kartu joker atau leng di dalam tas dan di atas tempat tidur," kata Tatan, Selasa (10/7/2018).

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, petugas tidak menemukan alat tukar atau uang yang digunakan dalam dugaan permainan judi," sambungnya dalam rilis tertulis itu.

Lebih lanjut, Tatan menjelaskan bahwa dalam video yang beredar, dan di dalam video tersebut ada sejumlah uang dengan mata uang rupiah, uang tersebut berasal dari kantong beberapa PNS dan warga sipil yang ada di dalam kamar dan bukan uang yang dipergunakan untuk taruhan sebagaimana dugaan awal.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved