Breaking News:

Kedai Tok Awang

28 menuju 52 atau Panggung Luka?

Kroasia, tim yang dari banyak sisi, jika mau jujur-jujuran, bermain lebih baik dari Inggris.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/JOHANNES EISELE
PEMAIN dan kapten tim nasional Kroasia, Luka Modric 

Namun bicara agresivitas dan kreativitas dalam open play, ceritanya jadi sungguh berbeda. Dibanding gelandang-gelandang Inggris yang serba terukur dan kaku, lini tengah Kroasia jadi kelihatan seperti para seniman.

"Waktu lawan Rusia itu masih ingatnya kelen, kan? Macam mana di tengah, Luka Modric dan Ivan Rakitic, main mantap kali. Sejak awal Piala Dunia memang nyetel kali orang ni dua. Duet gelandang terbaik lah sejauh ini kurasa. Padahal yang satu pemain Madrid yang satu lagi pemain Barca," kata Ane Selwa.

DUA gelandang tim nasional Kroasia, Luka Modric (nomor punggung 10) dan Ivan Rakitic (paling kanan), mengadang pemain Denmark pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2018, 2 Juli.
DUA gelandang tim nasional Kroasia, Luka Modric (nomor punggung 10) dan Ivan Rakitic (paling kanan), mengadang pemain Denmark pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2018, 2 Juli. (AFP PHOTO/DIMITAR DILKOFF)

Modric dan Rakitic memang benar-benar seperti bersenyawa. Saling melengkapi satu sama lain. Lapangan menjadi panggung pertunjukan bagi mereka, dan Kroasia, menjadi orkestra dengan dua dirigen sekaligus.

"Kuncinya, iya, sekali lagi di orang ni dua. Kalok Si Southgate enggak bisa ngerusak harmonisasi Luka Modric dan Rakitic, pertandingan nanti akan jadi panggung luka. Panggung untuk Luka Modric dan luka betulan untuk Inggris," ujar Mak Idam.

"Apanya kelen cakap luka-luka dari tadi," kata Ocik Nensi menyeletuk lagi. "Siapa yang kecelakaan?"

"Bukan kecelakaan, Cik," sahut Sudung. "Ini nama orang. Luka Modric, jugak luka di hati bagi siapapun yang kalah nanti."

"Alamakjang, luka hati! Sedep kali! Ada lagunya tu, lagu Payung Teduh."

"Lagu yang mana tu, Cik? Tak pernah dengar awak. Lagu baru?"

"Ah, mana pulak lagu baru. udah terkenal kali pun itu lagunya. Yang kayak gini," kata Ocik Nensi, lalu mulai bernyanyi, luka, luka, luka, yang kurasakan... Bertubi, tubi, tubi, engkau berikan...

Sudung ingin tertawa, tetapi buru-buru diurungkannya.(t agus khaidir)

Dimuat Harian Tribun Medan
Rabu, 11 Juli 2018
Halaman 1

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved