Fahri Lemas, Motornya Digondol Maling saat Menunaikan Salat Asar di Masjid

Setelah memberitahu ke orang tuanya, Fahri akhirnya melapor ke Polsek Percut Seituan.

Fahri Lemas, Motornya Digondol Maling saat Menunaikan Salat Asar di Masjid
Shutterstock
Ilustrasi pencurian 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -

Muhammad Fahri (19), warga Jalan Utama 1, Kampung Kolam, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, Kota Medan, kehilangan sepeda motor jenis Beat warna biru pada saat menjalankan salat asar di Masjid Jami Al Ikhlas,
Kamis, (12/7/2018), sekitar pukul 16.00 WIB.

Fahri yang baru saja tamat SMK ini, pada Kamis sore, mengatakan, di masjid tersebut untuk menjalankan salat asar.

Namun, di saat ia berada di dalam masjid dan sedang salat, ternyata sepeda motornya sudah diintai oleh maling.

"Semalam sore itu, terus karena saya pengen salat asar, saya pergi ke Masjid Jami Al Ikhlas. Waktu saya sudah selesai salat, sepeda motor saya itu, sudah enggak ada lagi di halaman masjid," ucap Fahri di Polsek Percut Seituan, Jumat (13/7/2018).

Fahri yang seusai salat Ashar di Masjid Jami Al Ikhlas, Jalan Pusaka, Kampung Kolam, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, Kota Medan, ternyata sudah tidak melihat sepeda motornya itu, terparkir di halaman masjid. Ia pun sempat mengatakan, bahwa ada orang yang mencurigakan di halaman masjid.

"Belum lunas motor itu. Masih kredit. Tapi, itulah saya enggak tahu ternyata maling tu sudah ngincar motor ku. Memang ada semalam ku lihat, laki-laki yang mencurigakan duduk-duduk di halaman masjid," ungkapnya lagi.

Setelah kehilangan sepeda motornya dengan jenis Beat plat BK 6230 AHD itu, Fahri pun harus berjalan kaki menuju rumahnya yang berada di Kampung Kolam, Desa Bandar Klippa.

"Jalan kaki lah aku. Uang enggak ada di saku ku semalam. Memang, agak jauh juga rumah," ucapnya.

Setelah memberitahu ke orang tuanya, Fahri akhirnya melapor ke Polsek Percut Seituan. Sembari menundukkan kepala, ia berharap polisi bisa menemukan sepeda motornya itu.

"Karena masih baru memang. Jadi, semoga lah polisi bisa menemukan motor ku itu. Uang bapak - mama aku enggak ada lagi. Lagi pula aku mau kuliah," ucapnya dengan wajah memerah.

Sedangkan, Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan bahwa ia belum mengetahui laporan itu.

"Mungkin masih di SPKT laporannya. Nanti saya cek. Segala laporan pasti kami tindak lanjuti," singkatnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Frengki Marbun
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved