Video Penggerebekan Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs, Propam Mabes Polri Diminta Turun Memantau!

Kombes Tatan Dirsan Atmaja dalam siaran pers yang diterima wartawan, menjelaskan tak ada bukti perjudian meski membenarkan peristiwa penggerebekan.

Video Penggerebekan Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs, Propam Mabes Polri Diminta Turun Memantau!
TRIBUN MEDAN/Repro
Capture video penggerebekan diduga Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs main judi di kamar hotel di Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Divisi Propam Mabes Polri diminta turun langsung ke Sumatera Utara terkait video penggerebekan Pj Wali Kota Padangsidempuan, Sarmadan Hasibuan (SH) diduga main judi di kamar hotel.

Screenshot video diduga Pj Wali Kota Padangsidempuan SH digerebek main judi.
Screenshot video diduga Pj Wali Kota Padangsidempuan SH digerebek main judi. (TRIBUN MEDAN/Repro)

Baca: Video Penggerebekan Diduga Main Judi Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs, Loh Begini Jawaban Polda!

Baca: Beredar Video Penggerebekan Oknum Mirip Penjabat Wali Kota Berjudi, Polda Sumut Selidiki!

Baca: Rekaman Video Penggerebekan Judi Diduga Pj Wali Kota Beredar, Wartawan Kena Teror, Mobilnya Dirusak

Meski dalam video yang viral tersebut tampak jelas petugas polisi mengamankan sejumlah kartu joker dan uang, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja dalam siaran pers yang diterima wartawan, menjelaskan tak ada bukti perjudian meski membenarkan peristiwa penggerebekan.

Hal itu dikemukakan oleh praktisi hukum, Julheri Sinaga kepada wartawan di Medan, Jumat (13/7/2018).

"Kita sangat apresisi langkah Polda Sumut melalui Bidang Propam menyelidiki masalah ini. Artinya jika sudah mendapat penyebar awal video hingga sampai pada korban kekerasan atas nama Arif Tampubolon, disitu mungkin ada titik terang indikasi 'main mata' sehingga para terduga penjudi dilepas," ujar Julheri Sinaga kepada wartawan saat konfrensi pers Jumat (13/7/2018) di Cafe Jalan Wahid Hasyim Medan.
 

Menurut Julheri, hasil dari penyelidikan itu nantinya bisa terungkap fakta-fakta yang bisa jadikan alat bukti untuk menguatkan unsur-unsur pidana seperti yang tergambar dalam video tersebut. 

"Kan Polda Sumut mengakui adanya tim dari Ditreskrimum melakukan penggrebekkan. Kemudian satu hari setelah video diperoleh sejumlah awak media baru Kabid Humas Polda meriliskan peristiwa penggerebekan dan alasan dipulangkannya enam orang yang main kartu di kamar hotel tersebut dari Kantor Polda Sumut," urainya.

Dengan demikian, menurut Julheri, diperlukan Divisi Propam Mabes Polri untuk turun langsung memantau proses penyelidikan yang dilakukan  Bidang Propam Polda Sumut supaya hasilnya semakin maksimal.

"Sehingga kecurigan dan indikasi pengaburan informasi dan fakta yang beredar di publik bisa dihindari.
Kami harap persoalan ini menjadi perhatian serius Divisi Propam Mabes Polri," harapnya. 

Sarmadan Hasibuan
Foto mirip Sarmadan Hasibuan di Gedung Ditreskrimum Polda Sumut (Tribun-Medan.com/HO)

Senada, disampaikan praktisi hukum  Asril Siregar. 

Ia mendukung sikap tegas Kapolda Sumut mengusut tuntas penyerangan terhadap jurnalis, Arif Tampubolon yang diduga kuat efek dari investigasi video penggerebekkan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Feriansyah
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved