Breaking News:

KPK Ungkap Suap Rp 4,8 M Proyek PLTU Riau-1, Aliran Dana Bertahap hingga OTT Anggota DPR

Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar. Kedua, pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar dan ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta

Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews/JEPRIMA
Anggota DPR RI Eni Maulani Saragih keluar mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018). Eni Maulani Saragih diduga menerima Rp 4,5 miliar terkait proyek PLTU Riau 1 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus dugaan suap pascatertangkapnya Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, semakin menemui titik terang.

KPK pun menetapkan Eni sebagai tersangka kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Eni diduga menerima suap total sebesar Rp 4,8 miliar yang merupakan komitmen fee 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt itu.

Uang suap tersebut diberikan secara bertahap.

Pertama, pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar. Kedua, pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar dan ketiga pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta.

"Diduga perimaan uang sebesar Rp 500 juta merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek yang akan diberikan kepada EMS dan kawan-kawan terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat memberikan keterangan Pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Adapun Tim Penindakan KPK mengamankan TM di parkiran basement gedung Graha BIP, Jumat (13/7/2018) sekitar pukul 14.07 WIB.

Dari tangan TM, KPK menyita uang Rp 500 juta dalam pecahan Rp 100.000 di dalam amplop warna coklat yang dimasukkan dalam kantong plastik hitam.

Diketahui, pada Jumat siang, TM menerima uang dari ARJ, sekretaris Johannes Budisutrisno Kotjo di lantai 8 gedung Graha BIP.

Johannes merupakan seorang pengusaha pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited dan diduga sebagai pemberi suap.

Dalam kasus ini KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka.  

"Diduga peran EMS adalah untuk memuluskan proses penandatanganan kerjasama terkait pembangunan PLTU Riau-1," kata Basaria.

Baca: Gus Dur: Hanya 3 Polisi Jujur, yakni Polisi Tidur, Patung Polisi dan HOEGENG!

Baca: Baku Tembak! Terduga Teroris Bajak Truk dan Tabrak Garasi Rumah Warga

Baca: Sederet Foto-foto Cantik Artis Bella Saphira, Suaminya Mayjen Agus Surya Bakti Dimutasi ke Mabes TNI

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eni Maulani Saragih Diduga Terima Suap Rp 4,8 Miliar Terkait Proyek PLTU Riau-1"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved