Pengendara Sepeda Motor Sering Jatuh, Warga Insiatif Timbun Lubang dengan Batu

Warga Jalan Asia telah lama mengeluhkan perbaikan jalan yang tak kunjung tiba di daerah mereka. Karena seringnya pengendara jatuh

Pengendara Sepeda Motor Sering Jatuh, Warga Insiatif Timbun Lubang dengan Batu
TRIBUN MEDAN/ Liska Rahayu Kondisi jalan rusak di Jalan Asia yang ditimbun batu bangunan oleh warga setempat, Minggu (15/7/2018). Warga mengaku sudah banyak pengendara yang jatuh di jalan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Warga Jalan Asia telah lama mengeluhkan perbaikan jalan yang tak kunjung tiba di daerah mereka. Karena seringnya pengendara jatuh karena jalan yang berlubang, warga pun akhirnya berinisiatif untuk menambal lubang dengan bebatuan.

Hal tersebut dikatakan oleh seorang warga Jalan Asia, Yani, yang berjualan tak jauh dari Jalan Asia Simpang Kapten Jumhana.

"Sering orang jatuh di sini, apalagi kalau udah hujan, di sini kan banjir. Jadi banyak yang jatuh. Makanya ditimbunlah," ujarnya, Minggu (15/7/2018).

Yani mengatakan, sudah banyak media maupun mahasiswa yang mengambil foto dan lokasi Jalan Asia untuk diberitakan, namun sepertinya tetap saja tidak ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan, di sepanjang jalan Asia, mulai dari simpang MH Thamrin, banyak terdapat jalan yang rusak. Kerusakan tersebut berupa lubang di tengah maupun di pinggir jalan. Tidak hanya itu, kondisi jalanan yang ditimbun dengan batu kerikil pun membuat keadaan jalan sangat berdebu dan licin. Kondisi ini tentunya membahayakan pengguna jalan.

Tidak hanya pengendara yang sering terjatuh, Yani pun mengatakan, banyak terjadi kecelakaan di Jalan Asia Simpang Jumhana.

"Kalau tabrakan ada, tapi enggak sampai meninggal atau parah. Pengendara saling menyerempet saja, karena kondisi jalan yang seperti itu," katanya.

Warga Jalan Asia lainnya, Toni mengatakan, sekitar dua tahun lalu, jalan tersebut sudah pernah diaspal oleh pemerintah. Namun hanya aspal tempel, sehingga tidak tahan lama.

"Pernah sekali diaspal, tapi aspal tempel, kena hujan hancur lagi. Sudah lama itu diaspalnya, sekitar dua tahun lalu," jelasnya lagi.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved