Hendak Jemput Cucu, Suriono Malah Dapat Bogem Mentah dari Suami Mantan Menantu

Suriono alias Noban (58) didampingi anggota keluarganya mendatangi Polsek Percutseituan

Hendak Jemput Cucu, Suriono Malah Dapat Bogem Mentah dari Suami Mantan Menantu
Tribun Medan
Suriono alias Noban, mendatangi Polsek Percutseituan, Deliserdang, karena laporannya tidak ditindaklanjuti, Senin (16/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Suriono alias Noban (58) didampingi anggota keluarganya mendatangi Polsek Percutseituan, untuk mempertanyakan laporannya pada bulan lalu, terkait penganiayan yang terjadi kepadanya, Senin (16/7/2018).

Kedatanganya guna mempertanyakan apa penyebab tidak ditindak lanjutinya laporannya, padahal dia sudah mengalami luka-luka karena mendapat pukulan dari suami baru dari mantan menantunya, D (43), warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Anak Suriono, Alfi Sahrin (26) warga Jalan Datuk Kabu Pasar III, Gang Prihatin, menunjukkan bukti laporan penganiayaan yang menimpa ayahnya kepada wartawan seraya mengutarakan  mereka kecewa terhadap kinerja kepolisian.

"Kami bingung, kok pelakunya belum ditangkap ya? Apa kami orang miskin jadi laporan kami diabaikan? Jadi bagaimana hukum kita ini. Ke mana lagi kami harus melapor agar mendapat keadilan," ucap Alfi Sahrin.

Suriono pun bercerita bahwa sewaktu penganiayaan terjadi, dia bersama anaknya Arianto datang hendak mengambil cucunya, JF, yang dibawa kabur oleh ibunya YF (23) ke Aceh, selama tiga bulan. Mereka datang menjemput JF untuk dibawa bermain ke Mal.

"Memang si YF ibunya juga, tapi dari usia satu tahun, anak itu tinggal bersama kami dan ayahnya, Arianto. Sementara, YF menikah lagi dengan D. Saat itu menjelang lebaran, si YF datang bersama D ke rumah orangtuanya di Jalan Datuk Labu, Pasar III, Gang Raja, Desa Tembung, mereka membawa JF," ujar Suriono.

"Mengetahui keberadaan cucu saya, kami pun kesana mau menjemput. Tapi pas kami ke situ, saya dipukul (mendapat bogem mentah) oleh D sampai tiga kali, hingga mulut  saya mengeluarkan darah, dan dua unit sepeda motor kami juga ditahan mereka di rumahnya," tambah Suriono.

Baca: Dicopot dari Ketua DPD Sumut, Alasan Ngogesa Pastikan Golkar Terpuruk di Pemilu 2019

Karena tidak terima, Suriono lantas melaporkan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh D ke Polsek Percutseituan dengan bukti lapor nomor STTPL/208/K/VI/2018 Percut, dan laporan dugaan pengelapan sepeda motor dengan bukti lapor nomor STTPL/1231/K/VI/2018/Percut.

Baca: Kasus Suap DPRD Sumut, KPK Tahan Lagi Satu Tersangka, Satu Lagi Mangkir!

Namun, hingga saat ini korban mengaku kedua aduanya di Polsek Percut Seituan belum ada kejelasan. Sebab, hingga sekarang, pemilik rumah yang merupakan mertua D sebagai terlapor penggelapan dua unit sepeda motor korban masih belum ditangkap. Begitu pun dengan D, yang memukul wajah Sariono.

Baca: Kopilot Isap Vape di Kokpit, Penumpang Panik Pesawat Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki

Sementara, terkait kedatangan korban dan keluarganya ke Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/7/2018) mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut dan secepatnya menangkap pelakunya.

"Terimakasih infonya, secepatnya akan kita tindaklanjuti dan kita teruskan ke Kanit supaya segera diproses," tegas Faidil. (cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Frengki Marbun
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved