Liputan Eksklusif

Jalan Pinggiran Kota Medan Banyak Berlubang,Warga: Mau Sampai Kapan Begini?

Jalan rusak penuh lubang bermunculan di kawasan pinggiran atau perbatasan Kota Medan dengan sejumlah kabupaten/kota.

Jalan Pinggiran Kota Medan Banyak Berlubang,Warga: Mau Sampai Kapan Begini?
Tribun Medan/M Daniel Effendi Siregar
Pengendara berusaha menghindari jalan yang rusak di kawasan Jalan Setia Indah, Sunggal Kanan, Deliserdang, Sabtu (14/7). Para pengguna jalan di kawasan tersebut mengeluhkan jalan yang rusak hingga berbulan-bulan tidak kunjung diperbaiki, sehingga kerap menimbulkan kecelakaan. 

MEDAN, TRIBUN-Masih ingatkah polemik tentang julukan "Medan Kota Sejuta Lubang" yang sempat heboh oleh karena mendapat perhatian Presiden Jokowi, 14 Oktober 2017 silam?

Kini kondisi sejenis muncul lagi. Namun bukan di dalam kota, melainkan di pinggiran dan perbatasan dengan dengan daerah lain, seperti Kabupaten Deliserdang.

"Sudah enam tahun, jalan daerah sini rusak parah, tidak ada kepedulian pemerintah. Tapi aneh, bahkan, bupatinya terpilih kembali. Kalau orang jatuh pasti ada setiap pekannya terkhusus bila arus lalu lintas padat," ujar B Ginting, warga sekaligus pedagang kaki lima di Jalan Griya, Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, saat berbincang dengan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, pekan lalu. Bupati dimaksud adalah Bupati Deliserdang Ashari Tambunan.

Ia menceritakan, ada banyak perumahan di kawasan Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, sehingga arus lalu lintas cukup padat terkhusus setiap pagi dan petang. Pada umumnya, warga Tanjung Anom, commuter, menetap di berbagai perumahan di pinggiran namun, bekerja di Kota Medan.

Dia menyampaikan, setiap hujan turun, lubang yang tersebar hampir setiap ruas jalan memicu genangan air bagaikan kolam membahayakan pengendara. Dia menduga hampir setiap pekan ada pengendara yang terjatuh disebabkan mengelakkan lubang.

Berdasarkan amatan Tribun Medan, jalan rusak penuh lubang bermunculan di kawasan pinggiran atau perbatasan Kota Medan dengan sejumlah kabupaten/kota. Bila hujan mengguyur deras, air akan menggenangi jalan-jalan itu sehingga memicu kecelakaan lalu-lintas. Akibat lebih parah, membahayakan terhadap keselamatan pengguna jalan raya.

Ruas jalan rusak tersebar di sejumlah titik di antaranya jalan utama menuju Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Jalan Ismail Harun (lewat perumahan elite CitraLand Bagya City. Keduanya ruas jalan ini masuk wilayah Deliserdang, berdekatan secara geografis dengan Medan.

Kemudian, Jalan Griya atau Jalan Tuna Sembiring, Desa Tanjung Anom, Pancurbatu, Deliserdang, yang berada di kawasan belakang Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Kawasan Jalan Griya merupakan daerah perumahan bersubsidi maupun non-subsidi.

Kerusakan jalan mengakibatkan arus lalu lintas tidak lancar sebab hampir seluruh badan jalan tergenang air. Tak sedikit pengendara melintas di pinggiran jalan supaya mengindar genangan air berlumpur. Ia berharap Pemkab Deliserdang memperbaiki jalan rusak.

"Mau sampai kapan begini? Tidak nyaman kami, begitu juga pengendara. Kalau orang jatuh dari kereta (sepeda motor) banyak. Tetapi yang meninggal belum, karena jarang truk bertonase tinggi melintas," kata B Ginting.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved