Main Marching Band Sejak Pendaftaran Gatot-Erry, Begini Kisah Kumpulan Pemuda Marelan Ini

Pernah memeriahkan saat Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur ke KPU Sumut.

TRIBUN MEDAN/AZIS HASIBUAN
Marching band mengiringi proses pendaftaran calon legislatif (caleg) Partai Demokrat Sumatera Utara ke KPU Sumut, Selasa (17/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengiring musik yang memainkan marching band saat mendampingi proses pendaftaran calon legislatif (caleg) Partai Demokrat Sumut ke KPU, Selasa (17/7/2018) ternyata bukan kali ini saja nimbrung bersama caleg.

Bahkan, ketika pendaftaran bakal calon gubernur, mereka juga turut memeriahkan suasana pendaftaran.

Pada 2013 silam, kumpulan anak muda yang berasal dari Marelan ini juga pernah turut serta memeriahkan acara ketika Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur ke KPU Sumut.

"Kami memang biasa main-main di caleg. Waktu Pilgub kemarin juga kami main sama Pak Edy Rahmayadi begitu juga saat kampanye. Pak Gatot dulu juga main. Pak Eldin bahkan Pak Soekirman (Bupati Serdangbedagai) juga kami ikut main," kata salah satu pemain marching band Ajadian Syahreza.

Ketika bermain marching band di Kantor KPU siang tadi, mereka menamakan komunitasnya sebagai relawan "Zaini Tempur".

Zaini yang dimaksud adalah Muhammad Zaini, kader Partai Demokrat daerah pemilihan (dapil) Sumut III untuk Kabupaten Deliserdang.

"Kalau kenal dengan beliau (Zaini) sudah lama. Sejak zaman Pak Gatot dan Smeck. Bang Zaini menawarkan kami untuk jadi suporter PSMS, tapi kami yang main musik. Yang kami tahu, Bang Zaini dari dulu memang punya cita-cita jadi caleg makanya dia sering ikut-ikut partai," ujarnya.

Aja, begitu sapaan akrabnya mengatakan, komunitasnya dulu juga rutin memberi dukungan kepada PSMS saat berlaga di Stadion Teladan, namun kini mereka memilih untuk lebih fokus bermain marching band saat ajang pesta demokrasi.

"Alat yang kami mainkan ini kan pinjaman. Kami enggak mau lagi main dukung PSMS karena sering anarkis di dalam stadion. Kami khawatir alat musik yang kami pinjam ini rusak. Kadang juga begitu masuk stadion desak-desakan. Makanya kami lebih milih main saat acara yang begini," ujarnya.

(ase/tribun-medan.com)

UPDATE BERITA POPULER LAINNYA:

Syaf Lubis Setor 50 Nama Caleg Golkar ke KPU, Optimistis Jawara karena Didominasi Generasi Milenial!

Namanya Disebut Jadi Caleg dari PDIP, Pengacara Habib Rizieq Kapitra Ampera Kaget dan Bingung

Hakim Sariyana Tolak Prapid Kasus Boy Hermansyah, Materi Ini yang Jadi Persoalan!

Dokter Hewan: Daging Anjing Bukan Bahan Pangan untuk Dikonsumsi

Kecewa dengan Mobil Kaleng Susu, Mahathir Ungkap Bangun Mobnas Baru Tak Direspon

Suasana Ricuh, Massa PDIP Teriaki Rombongan Hary Tanoesoedibjo Naik Hummer Supaya Menyingkir

Gudangnya Atlet Kelas Dunia, Koni Berharap Para Jagoan Sumut Dongkrak Perolehan Emas Indonesia

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved