Direktur Tirtauli Heran, Di Siantar Justru Orang Kaya yang Nunggak Bayar Rekening Air

Anehnya, yang menunggak ini kebanyakan menengah ke atas seperti PNS, dewan, mantan dewan, dan mantan ketua organisasi

Direktur Tirtauli Heran, Di Siantar Justru Orang Kaya yang Nunggak Bayar Rekening Air
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Paruhuman Siregar dilantik sebagai Dirtek PDAM Tirtauli oleh Penjabat Wali Kota Pematangsiantar, Jumsadi Damanik, Senin (2/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Siantar masih terkendala banyaknya pelanggan yang menunggak pembayaran air setiap bulan. Bahkan, PDAM hanya mampu merealisasikan 70 persen dari pelanggan yang menunggak.

Anehnya, pelanggan yang menunggak merupakan status menengah ke atas. Hal ini disampaikan Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Tirtauli, Paruhum Nali Siregar usai dilantik di Kantor Balai Kota Pematangsiantar, Rabu (18/7/2018).

Paruhum yang dilantik kembali menyampaikan rata-rata yang menunggak yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), Anggota DPRD, mantan DPRD, dan mantan ketua organisasi.

"Anehnya, yang menunggak ini kebanyakan menengah ke atas seperti PNS, dewan, mantan dewan, dan mantan ketua organisasi. Kalau yang menengah ke bawah seperti petani rutin membayar,"ujarnya.

Paruhum yang sudah puluhan tahun bekerja di PDAM Tirtauli ini mengaku heran dengan karakter pejabat di Kota Pematangsiantar.

"Kalau siantar ini karakternya kan kita tahu semua. Anggar ketuanya semua. Diperingati akan diputus, telfon Dirut (Direktur Utama PDAM Tirtauli). Kami sudah sarankan untuk cicil," katanya sembari tertawa.

Baca: Ratna Tuding Luhut Hendak Jual Danau Toba ke Cina Penyebab Penghentian Evakuasi Jenazah Sinar Bangun

Baca: Obor Asian Games Diarak di Danau Toba, Berikut Jadwal dan Lokasinya

Paruhum yang dilantik bersama Dirut Zulkifli Lubis dan Direktur Umum Berliana Napitu ini menyamapaikan akibat penunggakan itu PDAM mengalami kerugian.

Baca: 6 Fakta Terkini Bupati Labuhanbatu Diciduk KPK, Dugaan Suap Proyek PUPR hingga Komentar Kader PDI P

Baca: Jasad Supartini Dimasukkan Karung dan Dibuang ke Sungai, Dua Pria Diamankan

"Tunggakan kita itu Rp 3 miliar perbulan. Dua tahun ini 70 persen realisasi tunggakan. Kita dapatnya Rp 2,1 miliar,"ujarnya.

Paruhum juga menjelaskan pemutusan air terjadi tiga bulan jika tidak melakukan pembayaran tunggakan.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved