Petugas Sering Ketakutan saat Ada Informasi Kebakaran di Siantar, Mengapa?

Josua mengaku sering ketakutan saat menerima panggilan adanya peristiwa kebakaran.

Penulis: Tommy Simatupang |
Tribun Medan/ Royandi Hutasoit
Pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api, Selasa (16/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Masyarakat sering kecewa terhadap kinerja petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Pematangsiantar.

Pemadam kebakaran yang berada di Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) sering mendapatkan kritikan. Bahkan, warga sering kali menganggap petugas Damkar lambat.

Hal ini pun diakui Kepala Bidang (Kabid) Damkar, Josua Sihaloho, Jumat (20/7/2018). Josua mengungkapkan Pemko Siantar nemiliki lima unit armada Damkar. Dari lima armada tersebut, hanya satu yang benar-benar layak operasi.

Josua mengaku sering ketakutan saat menerima panggilan adanya peristiwa kebakaran.

"Jujur, di setiap ada bencana kebakaran, kita selalu was-was bila armada kita mendadak rusak di lapangan. Betapa tidak, dari lima armada mobil Damkar, hanya satu armada yang benar-benar laik operasi," ujarnya seraya mengatakan semestinya perawatan mobil dilakukan sekali lima tahun.

Josua menjelaskan tiga unit Damkar pengadaan tahun 2000 bermuatan empat ribu liter air. Sedangkan dua unit pemgadaan tahun 2004 lagi berisi delapan ribu liter air.

Namun, ia menilai armada tersebut masih dapat beroperasi dengan normal. Pihaknya telah melakukan pemeliharaan dengan anggaran seadanya.

"Bila kami tidak maksimal melakukan perawatan dan pemeliharaan, maka kekecewaan masyarakat terhadap Damkar Pemko Siantar akan semakin besar. Damkar Pemko akan selalu jadi bahan cemoohan," katanya.

Melihat perkembangan Kota Siantar, Josua menilai perlu adanya pengadaan mobil Damkar dengan fasilitas tangga (sky lift) sejak dulu.

"Tahun 2017 sudah kita usulkan pengadaan Sky Lift, dan sudah masuk renstra. Tapi karena keterbatasan anggaran, pengadaan mobil itu belum bisa terealisasi," katanya seraya berharap adanya penambahan armada baru.

"Dan mengingat perkembangan kota dan jumlah penduduk, sudah selayak kita menambah armada, serta membuat pos atau tandon pengisian air di kecamatan, supaya tidak terlalu lama waktunya untuk pengisian ulang," tambahnya.

Josua menyebutkan bahwa saat ini pihaknya berharap agar Alat Perlengkapan Diri (APD) yang tahan panas seperti helm, jaket dan sepatu serta sarung tangan, ditambahkan demi keselamatan petugas Damkar.

"Kesiapsiagaan anggotanya saat ini sudah sangat bagus. Buktinya, begitu pihaknya mendapat informasi kebakaran dalam kota, paling lama 20 menit anggotanya sudah tiba di lokasi," katanya.

(tmy/tribun-medan.com) 

***

UPDATE BERITA TERPOPULER LAINNYA 

Marion Jola dan ayahnya. Instagram.com/@lamarionmj
Marion Jola dan ayahnya. Instagram.com/@lamarionmj (Instagram.com/@lamarionmj)

 Semakin Berani Tunjukkan Rasa Cintanya, Marion Jola Unggah Foto Memeluk Ayahnya

 Cerita Lengkap Juri Audisi KDI, Nasib Iis Dahlia Dibully hingga Unggah Foto dengan Suami

 3 BUMN Buka Lowongan Kerja, Inilah Syarat dan Ketentuannya bagi Kamu yang Berminat

Rumah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Dilempar Bom Molotov, Ruhut Sitompul Bereaksi  

 

Nas

Karyawan leasing korban luka bakar yang di rawat di RS Tere Margareth.
Karyawan leasing korban luka bakar yang di rawat di RS Tere Margareth. (Kolase Tribun-Medan.com)

Nasabah Bakar Kantor Leasing, Gak Terima Mobilnya Ditarik, Pelaku Kabur

 Soal Aksi Begal, Kapolda Sumut: Kalau Kami Tindak Tegas Jangan Salahkan Pak Paulus!

 Bos Properti Habisi Supartini karena Gagal Gugurkan Janin dan Melayat saat Korban Disemayamkan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved