Sedang Sakit Alasan Kejari Binjai Tidak Tahan Tersangka Korupsi Alat Peraga Pendidikan

Dodi Asmara sudah ditetapkan status DPO.Sedangkan Ismail belum pernah diperiksa sebagai tersangka dan dijadwalkan diperiksa pada Senin mendatang.

Sedang Sakit Alasan Kejari Binjai Tidak Tahan Tersangka Korupsi Alat Peraga Pendidikan
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Kejari Binjai Victor Antonius Saragih. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai masih membebaskan tiga orang tersangka korupsi alat peraga Sekolah Dasar tahun 2011. Dugaan korupsi bersumber dari Dana Alokasi Khusus dengan anggaran berpagu Rp 1,2 Miliar.

Ketiga tersangka masih berkeliaran menghirup udara bebas. Ketiganya ‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai Ismail Ginting‎, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen, dan rekanan pelaksana pengadaan barang berstatus Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara.

Kepala Kejari Kota Binjai, Viktor Antonius kepada tribun-medan.com menjelaskan bahwa alasan tidak ditahan karena Bagus Bangun sedang sakit, kooperatif siap dipanggil kapan saja, Dodi Asmara sudah ditetapkan status DPO. Sedangkan Ismail belum pernah diperiksa sebagai tersangka dan dijadwalkan diperiksa pada Senin mendatang.

"Belum, belum ditahan (Ismail) nanti minggu depan diperiksa sebagai tersangka. Soal akan ditahan saat diperiksa, nanti kita lihat hasilnya bagaimana. Timnya belum tahu dia datang atau tidak," kata Kejari Binjai, Jumat (20/7/2018)

Kejari juga membantah ketika soal tidak dilakukan penahanan dihubungkan dengan adanya kedekatan antar instansi Kejaksaan dan Pemko Binjai. Terutama soal Bagus Bangun dibiarkan tanpa penahanan dengan alasan sakit, masa pensiun dan bisa didatangkan kapan saja untuk penyidikan.

"Oh tidak. Tidak. Untuk tersangka Bagus Bangun kan belum kami tahan juga, karena sakit (tidak dirasat di rumah sakit) dan pensiun. Soal penahanan bisa kita lakukan jika ada alasan subjektif dan objrktif. Dia kooperatif jika dipanggil setiap saat dan tidak menghalangi penyidikan. Kalau kebutuhan kami sudah siap akan ditahan semua," jelas Kejari Binjai.

Baca: BREAKING NEWS: Kantor Leasing di Medan Terbakar Diduga Akibat Nasabah Protes Mobilnya Ditarik

Baca: King: Suporter PSMS Jangan Cuma Cakap-cakap di Medsos, Silakan Jumpai Pembina

Terkait Ismail Ginting, Humas Pemko Binjai, Rudi Baros menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada pengganti yang disiapkan untuk mengisi jabatan struktur yang selama ini dipercayakan ke Ismail Ginting. Katanya, kemungkinan Wali Kota Binjai, Idaham belum mengetahui jika Ismail telah berstatus tersangka sejak Senin (16/7/2018) kemarin.

"Belum, belum ada. Kita belum tahu. Pak Wali entah belum tahu entah belum. Masalah tersangka itu Pak Wali mungkin juga belum tahu. Dia (Ismail) sih diperiksa lagi rupanya? Kan dia ke Jakarta dua hari lalu, karena kulihat dia ada menghadiri acara kerja di Jakarta. Aku pun gak tahu dia diperiksa saksi, Pak Wali mungkin tahu melihat dari Facebook atau dari apa ya saya kan gak tahu," ujarnya Rudi Baros.

Baca: Larikan Barang Bukti Rp 500 Juta, KPK Ultimatum Tersangka Suap Umar Ritonga Menyerahkan Diri

 

Baca: Putri Iis Dahlia Menangis Seusai Ibunya Dihujat Netizen karena Mengusir Peserta KDI

"Kalau eselon II harus lelang, paling yang disiapkan Pelaksana Tugas. Nanti lah kita bahas lagi ya, saya juga lagi repot kali ini," tambahnya saat ditanyai soal mekanisme pencopotan Ismail Ginting.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved