Breaking News:

Mafia Lapas Sukamiskin Juga Harus Ditumpas, Tak Hanya Inneke Koesherawati dan Suami Ditangkap

Wahid Husen, Kepala Lapas Sukamiskin, dan kawan-kawannya ditangkap KPK, tidak boleh berhenti hanya pada orang-orang tersebut.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah memeluk istrinya, Inneke Koesherawati usai menjalani persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/5/2017) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wahid Husen, Kepala Lapas Sukamiskin, dan kawan-kawannya, tidak boleh berhenti hanya pada orang-orang tersebut.

Dikabarkan pula, Inneke Koesherawati turut diperiksa sebagai saksi atas penangkapan suaminya Fahmi Darmawansyah seorang Napi Kasus Korupsi di Lapas Sukamiskin.

Demikian disampaikan Petrus Selestinus, Koordinator TPDI dan Advokat Peradi dalam satu tulisan Tribunners.

Menurutnya pemberantasan suap-menyuap dan kolisi di dalam lapas juga harus segera ditindaklanjuti dengan menghentikan segala aktivitas mafia Lapas yang selama ini menjadi basis kegiatan napi tipikor yang bergerak di bidang bisnis napi tipikor di dalam Lapas Sukamiskin.

"Mafia Lapas Sukamiskin seolah-olah menjadi lembaga baru yang berwenang mengembalikan atau memulihkan segala hak para Napi yang hilang akibat putusan hakim berkekuatan hukum tetap yang memberi status Napi kepada terpidana korupsi," katanya.

Menurut Petrus, ketika seseorang menjadi Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin, maka Mafia Lapas akan berperan peran menawarkan hak hak istumewa yang bisa dinikmati napi Tipikor tertentu asal memenuhi syarat-syarat yang sudah meripakan hukum bagi dunia Lapas Sulamiskin. 

"Seorang Kalapas Sikamiskin memiliki koneksi dengan Mafia Lapas," ujarnya.

Konon fasilitas yang disediakan oleh jaringan Mafia Lapas Sukamiskin adalah akses untuk menuju rumah sakit dan sejumlah hotel berbintang di sekitar Lapas Sukamiskin yang diduga kuat sebagai tempat yang disediakan bagi Napi tertentu untuk memenuhi kebutuhan seksualitas Napi selama berada dalam Lapas Sukamiskin.

Karenanya, Napi Tipikor harus punya koneksi dengan Kalapas dan jaringan Mafia Lapas yang keberadaan dan budayanya sudah terpelihara, beregenerasi dan bermetamorfosa sesuai dengan kebutuhan.

"Sekalipun seorang Kalapas diganti atas nama penindakan, tetapi jaringan Mafia Lapas yang sudah dibina dan terbangun secara terstruktur baik yang berada di dalam Lapas maupun di luar Lapas, tidak pernah tersentuh oleh Dirjen Pemasyarakatan atau Menkumham sekalipun," katanya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved