KPK Sebut Napi Menyetor Uang Rp 500 Juta pada Kalapas hingga Tangisan Inneke Koesherawati

KPK) menyebut biaya narapidana (napi) untuk menyuap agar mendapat fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin

KPK Sebut Napi Menyetor Uang Rp 500 Juta pada Kalapas hingga Tangisan Inneke Koesherawati
Tribunnews/herudin
Terdakwa Direktur Utama Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah didampingi istri Inneke Koesherawati bersiap menjalani sidang lanjutan kasus suap Bakamla di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/3/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut biaya narapidana (napi) untuk menyuap agar mendapat fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin, Bandung, berkisar Rp 200 juta-500 juta.

"Rp 200 juta-500 juta bukan per bulan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7/2018) malam.

"Untuk mendapat ruangan, di sana kan ada juga narapidana umum, seharusnya fasilitas sama."

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, KPK menemukan ada sejumlah sel di Lapas Sukamiskin yang dilengkapi fasilitas wah saat melakukan operasi tangkap tangan dan penggeledahan di sana.

Baca: Meski Belum Dapat Restu Ibunda, Eza Gionino Mantap Nikahi Kekasihnya, Lihat Foto-foto Pernikahannya

Baca: Pemalak Sopir Boks Tujuh Kali Beraksi Bersama Istri, Begini Nasibnya Sekarang

Baca: Iis Dahlia Bereaksi Keras atas Sindiran Fatin Lubis, Anak Ini Harus Dididik Sopan Santun

Baca: Menteri Susi Tak Sengaja Bersua Nelayan di Tengah Laut, Langsung Borong Udang Seharga Rp 1 Juta

Baca: Napak Tilas Kisah Sintong Pandjaitan dan Kehebatan Kopassus Meladeni Suku Terasing dan Barbar

Baca: Ingat Viral Foto Gadis dengan Bulu Mata Membeku? Dia Posting Kembali Foto Tak Terduga

Fasilitas itu mulai dari AC, kulkas, hingga televisi.

Namun, Syarif belum tahu secara pasti ada berapa banyak sel dengan fasilitas wah di Sukamiskin.

"Apakah fasilitas itu ada banyak, kami masih akan lakukan pendalaman," ujar Syarif.

Penemuan KPK ini, menurut Laode, seperti membuktikan rumor yang terjadi selama ini bahwa di lapas banyak terjadi penyalahgunaan kewenangan dan kegiatan suap.

"Jadi, betul-betul seperti ada bisnis dalam penjara," ujar Syarif.

Adapun dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sukamiskin pada Sabtu dini hari sebagaimana diberitakan TribunSolo.com, KPK mengamankan enam orang, termasuk Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Wahid diduga menerima suap berupa mobil hingga uang dari napi korupsi Fahmi Darmawansyah, yang juga suami artis lawas Inneke Koesherawati.

Baca: Sampah WhatsApp Penuh, Begini Nih Cara Mudah Membersihkannya tanpa Harus Menghapus File Penting

Baca: 5 Bencana Maha Dahsyat di Dunia, Dua di Antaranya Terjadi di Indonesia

Baca: Melihat Penampakan Kamar Mewah 500 Juta yang Dibayarkan Suami Inneke di Lapas Sukamiskin

Baca: Ibu Kandung Bunuh Bayi Kembarnya di Kamar Mandi, Buah Hati Hasil Hubungan dengan Mantan Pacar

Baca: Inilah 3 Cara Penguburan Kuno yang Tak Biasa, Menjalin Mayat-mayat hingga Dikubur secara Berdiri

Baca: 7 Fakta Mencengangkan di Dunia, Hiu Berumur 500 Tahun hingga Ayam Hidup tanpa Kepala

Baca: Gatot Nurmantyo Mengaku Lakoni 3 Jimat dari Jenderal Sudirman

Suap itu diduga diberikan Fahmi agar mendapat fasilitas mewah di selnya sekaligus agar dimudahkan jika ingin meninggalkan lapas.

KPK menyita 2 unit mobil yaitu Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

Halaman
1234
Penulis: Randy P.F Hutagaol
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved