Balita Penderita Gizi Buruk, Ayahnya Kuli Bangunan Hanya Mampu Berikan Asupan Seadanya

Mata balita Wahyu Syahputra (1,5) tampak sayu dalam gendongan ibunya. Tubuhnya sangat kurus sehingga

Balita Penderita Gizi Buruk, Ayahnya Kuli Bangunan Hanya Mampu Berikan Asupan Seadanya
Balita Wahyu beruia 1,5 tahun dalam gendongan ibunya di rumhanya di Gang Mawar Pematang Sahkuda, Kabupaten Simalungun, Senin (23/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Mata balita Wahyu Syahputra (1,5) tampak sayu dalam gendongan ibunya. Tubuhnya sangat kurus sehingga memperlihatkan struktur tulang. Wahyu memiliki berat enam kilogram.

Kulitnya yang keriput di seluruh tubuh seperti hanya pembungkus tulangnya. Kepalanya juga sering terjatuh karena tak kuat menahan. Kaus kakinya saja tampak sangat besar di telapak kakinya. Saat tubuhnya disentuh, kulitnya langsung tertarik.

Wahyu anak ke empat dari pasangan Nurmawati (33) dan Rulian (35) mengidap penyakit gizi buruk. Ayahnya, Rulian yang bekerja sebagai kuli bangunan hanya mampu memberikan asupan makanan bergizi yang seadanya. Bahkan, tak sesuai dengan yang dianjurkan dokter.

Rulian menceritakan anak bungsunya ini dianjurkan untuk mengkonsumsi daging, kacang-kacangan, buah-buahan dan susu dengan yang harga yang cukup tinggi untuk mengembalikan tubuhnya. Asupan gizi ini dianjurkan diberikan dua kali dalam seminggu.

Namun, Rulian tak dapat memenuhi hal tersebut. Ia hanya bisa memberikan dua kali sebulan. Sayangnya, susu yang diberikan pihak Posyandu tidak sesuai lagi.

"Untuk susunya saja harus Rp 60 ribu tiga hari. Memang ada susu yang diberikan dari Posyandu, tetapi tidak sesuai untuk pengobatan. Saya sudah bilang ke bidan, belum ada,"katanya di rumahnya di Gang Mawar, Pematang Sahkuda, Kabupaten Simalungun, Senin (23/7/2018).

Rulian menceritakan sudah tidak mampu lagi membawa anaknya ke rumah sakit. Sebelumnya, selama dua bulan di rumah sakit, ia telah mengeluarkan uang sangat banyak.

"Disuruh dirujuk ke rumah sakit di medan, tetapi saya mohon ke dokter untuk dirumah saja. Apalagi, kami tak ada banyak biaya,"ujarnya di hadapan ayahnya yang juga mengalami kebutaan.

Sementara, Nurmawati menceritakan Wahyu mengalami gizi buruk saat usia memasuki 10 bulan. Saat itu, Wahyu mengalami demam. Setelah menjalani dua rumah sakit dan puskesmas, Wahyu divonis mengidap gizi buruk.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved