Personel Reskrim Polsek Kuala Buru Pelaku Penembakan Jaka Ginting

Keresahan warga kini meningkat menjadi rasa takut pasca Bergeh Sembiring cs bertindak bak koboy menembak kepala seorang warga Jaka Ginting (21)

Personel Reskrim Polsek Kuala Buru Pelaku Penembakan Jaka Ginting
Terduga pelaku penembakan kepala warga (kaos biru)memegang pistol rakitan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Warga pekerja kebun telah lama merasakan keresahan dengan kelakuan Bergeh Sembiring (45) dan rekan-rekannya. Warga mengaku sering dipungli tiap kali melintas membawa sawit di Jalan Traktoran areal Perkebunan Ukindo Blankahan Desa Sukadamai Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat.

Keresahan warga kini meningkat menjadi rasa takut pasca Bergeh Sembiring cs bertindak bak koboy menembak kepala seorang warga Jaka Ginting (21) yang biasa kerja serabutan sebagai buruh tani pendodos sawit.

Warga TP menjelaskan selama ini Bergeh kerap memaksa setiap pekerja kebun yang melintas membawa hasil kebun. TP bilang Bergeh mengira Jaka Ginting membawa hasil panen di lokasi yang dijaganya.

"Dia itu mengira korban bawa hasil kebun dari lokasi dijaganya dan saat melintas di daerah dia. Jadi gak dikasih, dan dipaksa di korban lari, ditembak, tapi ngelak (menghindar). Korban mau pulang motong jalan. Masyarakat sudah resah sama si oknum ini karena sering pungli, masyarakat dimintai Rp 200 per kilogram," kata TP, Senin petang (23/7/2018).

Kapolsek Kuala, AKP Antony Sinamu, menjelaskan awalnya Jaka Ginting mengendarai sepeda motor Supra Vit warna Hitam di areal perkebunan Blankahan Traktoran Desa Suka Damai Kecamatan Kuala. Tiba-tiba korban dipepet dan dipotong oleh Bergeh yang mengndarai motor Verza warna biru bersama satu orang temannya.

Baca: Preman Tembak Kepala Warga dengan Pistol Rakitan Belum Ditangkap

Bergeh Sembiring memberhentikan korban sambil mengucapkan kata-kata ngapain kau lewat sini? lalu dijawab korban untuk keliling karena anggota Humas.

Merasa kurang puas dengan jawaban saksi korban, lalu pelaku Bergeh melakukan pemukulan mengunakan tangan kosong ke tubuh korban berulang-ulang. Lalu pelaku mengeluarkan senjata rakitan lantas menembak bagian belakang kepala korban.

"Pelalu mengunakan senjata mirip senjata laras pendek jenis senapan angin yang dimodifikasi. Akibatknya bagian belakang kepala korban mengeluarkan darah, namun pelaku Bergeh tidak memperdulikan dan tetap mengancam korban," jelasnya.

Tak puas meski korban berlumur darah, pelaku kembali melakukan penganiayaan memukul badan korban dengan mengunakan gagang senapan laras pendek jenis senapan anginnya berulangkali. Setelah kejadian itu teman korban yang bernama Caren datang dan melerai.

"Korban pun berhasil menyelamatkan diri menggunakan motor milik Caren dan bertemu dengan saksi Irfan dan selanjutnya korban dibawa ke Pukesmas Kuala dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Delia dan di opname sampai saat ini," jelas Kapolsek.

Hingga saat ini, personil unit Reskrim masih melakukan pencarian terhadap Bergeh dkk melalui cek position dan penyisiran di Desa Parit Bindu dan seputaran Blankahan.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved