Rugikan Negara Rp 800 Juta, Dodi Asmara Tandatangani Kontrak Pengadaan Alat Peraga di Warung Kopi

Yang pasti akan ada pemeriksan, mungkin dalam waktu pekan ini atau pekan depan akan ada pemeriksaan. Makanya kalian kawal lah kasusnya

Rugikan Negara Rp 800 Juta, Dodi Asmara Tandatangani Kontrak Pengadaan Alat Peraga di Warung Kopi
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Dodi Asmara (rompi merah) digiring petugas Kejaksaan menuju ke Lapas Binjai. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Kejaksaan Negeri Binjai perlahan menindak tiga tersangka korupsi alat peraga SD bersumber Dana Alikasi yang Khusus berpagu 1,2 miliar. Dua tersangka masih dibiarkan bebas berkeliaran, satu orang yang sebelumnya berstatus DPO, Dodi Asmara telah ditangkapkan Tim Intelijen Kejati Sumut.

Ketiga tersangka yakni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai‎ (pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai) Ismail Ginting, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara. Mereka ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 28 Maret 2018.

Kepala Kejari Binjai, Viktor Antonius diwawancarai di sela-sela perayaan HUT ke-58 Bhakti Adhyaksa soal munculnya nama baru dalam kasus ini mengatakan, bahwa dalam waktu dekat akan ada pemeriksaan lanjutan. Namun dia tidak merinci siapa yang akan diperiksa. Kendati demikian dia membenarkan muncul nama DN yang disebut-sebut oleh tersangka Dodi Asmara.

"Yang pasti akan ada pemeriksan, mungkin dalam waktu pekan ini atau pekan depan akan ada pemeriksaan. Makanya kalian kawal lah kasusnya," ujarnya kepada wartawan yang mewawancarai, Senin (23/7/2018).

Terpisah, Kasi Intel Kejari Binjai, Erwin Nasution ditanyai soal terduga pelaku lain yang sebelumnya disebut-sebut Dodi Asmara sebagai pemborong utama, berinisial DN,belum bisa diperiksa. Ia berdalih masih minim keterangan dan bukti-bukti yang mengarah ke DN untuk dipanggil untuk pemeriksaan.

Baca: Lihat Cantiknya Miss Grand Indonesia Dalam Balutan Ulos Batak

Baca: Martua Sitorus Hengkang dari Wilmar, Gandeng Ganda Sitorus, Bisnisnya Malah Makin Kinclong

"Masih belum diperiksa kali (Dodi Asmara), belum kita dalami kali. Keterangan Dodi masih minim kali, masih singkat kali. Nanti lah kita tengok (lihat), kita dalami ada gak mengarah ke dia (DN). Kita biarkan lah dulu si Dodi bicara dulu, biar dikembangi," tukasnya.

Sehari sebelumnya, kandas sudah empat bulan pelarian Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara (36) yang menyandang status Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Binjai. Dodi Asmara dicokok tim gabungan Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut di Hotel Grand Darussalam, Jalan Darussalam, Medan Petisah, Minggu (22/7/2018) lalu.

Usai diperiksa dan diinterogasi, Dodi diserahkan ke Kejari Binjai, lalu dijebloskan ke ruang tahanan Lapas Binjai. Dari balik jeruji tahanan Kejari Binjai, Dodi Asmara berujar dalih tidak melakukan pengadaan alat peraga SD Dinas Pendidikan Binjai dengan pagu 1,2 Miliar.

Dia ini mengaku pengadaan alat peraga tersebut dilakukan oleh DN.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved