Kadis Kebersihan Bingung, Sampah Tak Habis-habis di Kota Pematang Siantar

Bisa kita bilang hampir setiap hari sampah menumpuk. Bahkan, kalau siang bisa kita lihat, sampah keluar dari bak sampah

Kadis Kebersihan Bingung, Sampah Tak Habis-habis di Kota Pematang Siantar
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Petugas kebersihan mengangkut sampah sekitar pukul 15.00WIB di Jalan Melati Kota Pematangsiantar, Selasa (24/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Warga masih mengeluhkan sampah yang menumpuk hampir di seluruh bak sampah. Sampah yang menumpuk ini pun bahkan terkadang berserakan ke badan jalan.

Seorang warga, Suyadi mengatakan bak sampah selalu penuh. Ia mencontohkan seperti di Jalan Kartini Kota Pematangsiantar, sampah yang berserak menimbulkan bau dan lalat. Sehingga, dapat berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar.

"Bisa kita bilang hampir setiap hari sampah menumpuk. Bahkan, kalau siang bisa kita lihat, sampah keluar dari bak sampah,"ujarnya yang tengah melintas di Jalan Kartini, Kota Siantar, Selasa (24/7/2018).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar, Jekson Gultom tak menampik banyak sampah yang menumpuk setiap harinya.

Jekson mengatakan petugas telah melakukan pengangkutan sampah sesuai dengan jadwal. Katanya, setiap petugas lapangan rutin melakukan pengutipan sampah dua kali dalam sehari, yaitu pukul 07.00-09.00 dan 15.00-16.00.

"Kita sudah sering beritahu kepada warga untuk meletakkan/membuang sampah pada jam tersebut. Saya juga bingung, ketika sudah diangkat pagi, siangnya sudah menumpuk lagi,"ujarnya.

Baca: 4 Smartphone Paling Gagal dalam Sejarah, Termasukkah Ponsel Anda?

Baca: Detik- detik Kericuhan Usai Laga PSMS Vs PSM Makassar, Stadion Teladan Rusak Parah

Baca: Terbakar Api Cemburu, Wanita Ini Tabrak Mati Pacarnya

Jekson menjelaskan ada 235 orang petugas lapangan dengan 50 armada angkutan sampah. Demi menjaga kesehatan lingkungan sekitar, Jekson akan membuat pengumuman tertulis di bak sampah yang telah tersedia.

Baca: Anggota Raider 100 PS Dilempari Batu dan Sajam saat Sisir Lokasi Pesta Sabusabu

Baca: Diskusikustik Ajak Pemuda Tidak Takut Berkarya dan Punya Mimpi

"Sampah yang menumpuk begitu, selain tak sehat di lingkungan juga tak enak dilihat. Makanya, kita akan coba tulis di bak sampah itu, pengumuman jadwal pengangkutan sampah,"tambahnya.

Jekson mengaku kewalahan untuk persoalan sampah di Kota Pematangsiantar. Ratusan kilo sampah dari bahan dasar plastik masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap harinya.

"Kita juga tengah memikirkan program bagaimana menekan sampah plastik ini agar tidak semuanya masuk ke TPS. Karena, memang sampah plastik ini sangat banyak masuk ke TPS,"katanya.

Diketahui, untuk retribusi sampah bagi rumah tangga dikenakan Rp 2 ribu hingga 7 ribu rupiah setiap bulan. Sementara untuk, sampah dari perusahaan Rp 40 ribu hingga 100 ribu rupiah perbulan.

Jekson mengatakan untuk individu penghasil sampah terbesar ada di perusahaan. Ia mencontohkan seperti sampah yanh dihasilkan dari Suzuya Plaza, Ramayana, dan Perusahaan STTC dapat menghasilkan satu pick up sampah plastik.

"Kalau secara individu memang perusahaan yang paling banyak menghasilkan sampah. Satu mobil habis untuk angkat sampah mereka. Kita coba membuat program tidak lagi membuang sampah plastik. Ini musuh besae kita,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved