Breaking News:

Bangkai Ikan Raksasa Arapaima Jadi Tontonan Warga, Sisiknya Jadi Rebutan Orang

Terlihat beberapa orang mencabuti sisik ikan mati itu. Seseorang mengatakan, dirinya mengambil sisik itu untuk jimat.

Penulis: Liston Damanik | Editor: Liston Damanik
Facebook
Warga mengerubungi bangkai ikan arapaima di Pekanbaru, Riau. 

Ketika ditanya apakah pihaknya akan melaporkan ikan temuannya ini ke Dinas Pertanian dan Peternakan Pematangsiantar untuk diidentifikasi dan diinventarisasi, Pansur mengaku mereka belum membahasnya.

“Ada bagusnya juga memang seperti itu. Tapi, saya kan tidak bisa mengambil keputusan sendiri tentang mau diapakan ikan ini,” katanya.

Ikan raksasa temuan Lela Siregar, warga Tanjung Pinggir, Siantar Martoba, ternyata belum habis. Sejak diangkut dari Sungai Sigulanggulang, Sabtu siang (11/6/2018) kemarin, ikan yang panjangnya sekitar 1,5 meter dan berbobot hampir 40 Kg ini terus dipajang sampai dini hari.

Ikan sempat dikubur, berselang lima belas menit setelah dikubur, keluarga Sinaga datang dan meminta ikan tersebut.

“Mereka bilang ikan itu namboru (bibi, red) mereka. Kami dikasih sirih sebagai tanda permintaan,” kata Pansur. Karena merasa sedang berurusan dengan kehormatan leluhur orang lain, ia pun merelakan kuburan ikan digali. Ikan raksasa pun berpindah ke rumah Maju Sinaga.

Bangkai ikan arapaima yang diletakkan di ranjang.
Bangkai ikan arapaima yang diletakkan di ranjang. (Tribun Medan/Liston Damanik)

Ikan diletakkan di sebuah ranjang yang rapi, dengan mangkok berisi beras, telur ayam, dan jeruk purut di sampingnya. Seorang perempuan tua melarang orang-orang yang ingin mengabadikan ikan tersebut.

“Tidak bisa lagi difoto. Sudah diadati,” katanya.

Warga berkerumun di depan rumah Maju Sinaga untuk melihat ikan arapaima yang dianggap leluhur mereka.
Warga berkerumun di depan rumah Maju Sinaga untuk melihat ikan arapaima yang dianggap leluhur mereka. (Tribun Medan/Liston Damanik)

Maju Sinaga mengatakan, Senin dini hari (12/6)  keluarganya akan membawa ikan tersebut ke kampung mereka di Kecamatan Mogang, Samosir. Nantinya ikan ini akan dilarungkan ke Danau Toba supaya bisa kembali ke hadapan namboru mereka. Di Mogang, katanya, sudah akan ada sanak saudara yang menyambut.

Berbeda seperti penuturan warga kepada Tribun Medan, keluarga Sinaga rupanya percaya ikan ini adalah sampan bagi leluhur mereka itu.

“Saudara kami didatangi namboru di dalam mimpinya tiga hari sebelum ikan itu ditemukan. Namboru menyuruh kami mencari solu-nya (sampan) yang hanyut,” kata seorang perempuan muda kerabat Maju Sinaga.

Maju Sinaga mengaku tidak perduli jika orang lain menganggap aneh perlakuan mereka terhadap si ikan raksasa.

“Biarlah orang menganggap orang aneh. Ini kepercayaan kami. Memang sudah sejak dulu begini,” katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved