Kapal Tenggelam

Tak Ikhlas Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Poinem Ingin Anaknya Ditemukan

Ia dikenal sangat manja terhadapnya. Apalagi Arif adalah anak laki-laki satu-satunya di rumah.

Tak Ikhlas Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Poinem Ingin Anaknya Ditemukan
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Arif Chandra yang menjadi korban hilang tenggelamnya KM Sinar Bangun hingga kini belum ditemukan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masih membekas diingatan Poinem, ibu kandung Arif Chandra (22) warga Pasar V Jalan Matita Gang Johanif Kelurahan Titipan, korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu.

Poinem mengatakan, Arif yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan baru wisuda S1 bulan 12 tahun 2017 lalu.

Ia dikenal sangat manja terhadapnya. Apalagi Arif adalah anak laki-laki satu-satunya di rumah.

"Saat kejadian Arif pergi ke Danau Toba tiga kereta bersama dengan teman-temannya sewaktu kuliah. Ia boncengan dengan pacarnya Sri Dwi Wahyuni, yang sudah dipacarinya sejak SMP," kata Poinem saat acara "Toba Informal Meeting Evakuasi Korban KM Sinar Bangun" di Hotel Danau Toba International Jalan Imam Bonjol No. 17 Medan, Rabu (25/7/2018).

Ia menambahkan, bahwa anaknya sudah lama berpacaran dengan Dwi terhitung sejak duduk di bangku SMP dan sudah memiliki niat untuk menyatukan hubungan dalam bahtera perkawinan.

Poinem menjelaskan, pascadinyatakan hilang di perairan Danau Toba, ia bersama dengan keluarga sehari berselang tepatnya Selasa (19/6/2018) langsung berkunjung ke Tigaras untuk melihat bagaimana situasi dan kondisi disana, bertahan sampai tiga hari.

Jauh dilubuk hati ia berdoa ketika itu, agar Arif bisa ditemukan dan berkumpul kembali bersama keluarga.

Poinem mengaku setelah kejadian KM Sinar Bangun tenggelam, beberapa sanak keluarga ada yang dimimpikan didatangi oleh Arif.

"Saudara ada yang dimimpikan didatangi Arif, agar selalu ingat melaksanakan salat.
Abang iparnya juga ada dimimpikan dia datang sama pasangannya. Dia terlihat bahagia dan senyum di dalam mimpi," katanya.

"Dia sayang kali samaku, manja dan kadang kalau saya duduk, dia sering minta dipangku pokoknya manja kali. Kalau diingat dia anak yang baik dan sayang keluarga dan tidak pernah tingkah laku aneh-aneh," kenangnya.

Lebih lanjut, Poinem mengisahkan bahwa
ada hal yang sangat berbeda dilakukan oleh Arif sewaktu bulan puasa lalu sebelum kejadian. Arif rajin sekali ke Masjid, bahkan hampir setiap hari dihabiskannya waktu berkegiatan di Masjid. Mulai sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga malam. Mulai dari membantu-bantu kegiatan membersihkan Masjid dan merapikan. Pokoknya semua hal yang berkaitan dengan keindahan Masjid. Bahkan dia tidur di masjid dan sahur baru pulang ke rumah.

"Kalau masalah pemberhentian pencarian, kami sebenarnya ikut-ikut saja dan tidak berani menyampaikan. Tapi dari hati yang terdalam belum ikhlas pencarian dihentikan," ujarnya.

"Sampai sekarang juga, saya belum percaya kalau anakku sudah tidak ada. Tapi aku berdoa selalu aku minta supaya anakku bisa balik kepangkuanku.
Seandainya ditemukam dalam keadaan apapun saya sudah Ikhlas," pinta Poinem.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved