Super Blue Blood Moon

BMKG Imbau Warga Pesisir Tidak Resah, Dampak Super Blue Blood Moon Tidak Terjadi di Sumut

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengatakan untuk di Sumut dari hasil pantauan di Belawan tinggi gelombang masih normal.

BMKG Imbau Warga Pesisir Tidak Resah, Dampak Super Blue Blood Moon Tidak Terjadi di Sumut
Indowordnews
Ilustrasi gerhana bulan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fenomena gerhana bulan total diprediksi akan terjadi pada Sabtu (28/7/2018) mendatang. Fenomena langit yang terjadi rupanya bukan hanya gerhana bulan total super blood moon saja.

Sebab, terhitung ada tujuh fenomena langit yang akan terjadi di sisa 2018 selain gerhana bulan total super blood moon berdasarkan situs Infoastronomy.org yang diterbitkan Desember tahun lalu.

Menjelang fenomena gerhana bulan, yang akan terjadi dua hari lagi berdampak dengan terjadinya gelombang tinggi di Pulau Jawa.

Menanggapi soal fenomena gerhana bulan yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dua hari kedepan, Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengatakan untuk di Sumut dari hasil pantauan di Belawan tinggi gelombang masih normal.

"Jadi dari pantauan kita di Belawan kondisi tinggi gelombang masih normal," kata Syahnan, Kamis (26/7/2018)

Syahnan menjelaskan bahwa fenomena gerhana bulan di Sumut, berbeda dengan yang terjadi di Pulau Jawa. Karena beberapa wilayah di Jawa merasakan langsung dampak fenomena gerhana bulan, yang diprediksi akan terjadi pada (28/7/2018) mendatang.

"Jadi kalau di Jawa merasakan dampak fenomena gerhana bulan, seperti di daerah gunung kidul yang mulai merasakan banjir," ujar Syahnan.

Baca: Polwan Ditemukan Tewas Tergantung di Tangga, Jelang Maghrib Duduk Termenung di Gapura Kompleks

Baca: Anies Sebut Rancang Lapangan Banteng Dari Nol, Fadjroel Rachman Ungkap Karya Fenomenal Ahok

Baca: Saat Hotman Paris Blak-blakan Sebut Jijik dan Dekil pada Rapper Young Lex, Begini Tanggapannya!

Perlu diketahui, saat fenomena alam gerhana bulan berlangsung, jarak antara Bumi dan Bulan bisa mencapai 406.000 kilometer. lebih jauh dari jarak rata-rata yang biasanya mencapai 384.000 kilometer.

Posisi bumi yang berada segaris dengan matahari dan bulan mengakibatkan gravitasi bulan dan matahari terintegrasi. Akibatnya pasang air laut menjadi maksimal.

Perubahan muka air laut tersebut akan terjadi di sejumlah tempat. Antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Baca: Ledakan Bom Mengguncang Kedubes AS di Beijing, Tampak Kepulan Asap Tebal

Baca: Dispora Kecewa Api Obor Asian Games Hanya Singgah 15 Menit, Sugeng: Padahal Mau Disambut Acara Adat

Baca: Hari Mangrove Sedunia, Ini Nasib Kawasan Mangrove yang Terdapat di Kabupaten Langkat

Bulan diprediksi akan berwarna merah darah sehingga disebut blood moon. Warna itu, disebabkan pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi sehingga warna merah cahaya Matahari menimpa purnama.

(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved