Liputan Eksklusif

Politisi Kutu Loncat Suka Pindah Partai, Godfried Akui Tak Loyal, Nurhajizah Pamit ke Wiranto

Lompat pagar. Kutu loncat. Istilah ini disematkan kepada politisi yang kerap pindah dari satu partai politik ke partai politik lainnya.

Penulis: jefrisusetio | Editor: Liston Damanik

"Dia (Godfried) tidak memasukkan berkas untuk maju sebagai caleg gerindra di Pemilu 2019. Karena berkasnya tidak ada, makanya tidak akan di daftarkan ke KPU," kata Bobby.

Menghadap Wiranto

Wakil Gubernur Sumut pengganti antarwaktu periode 2013-2018, Nurhajizah Marpaung juga pindah partai.

Semua kader Partai Hanura, kini, Nurhajizah yang purnawirawan Bigjen TNI dan mantan calon Bupati Asahan itu, pindah ke paratai Nasdem. Ia pun maju caleg ke DPR RI melalui daerah pemilihan Sumut-3 yang meliputi, Tanjungbalai, Asahan, Batubara, Pematangsiantar, Simalungun, Karo,Pakpak Barat, Dairi, Binjai dan Langkat.

"Tidak ada masalah sebetulnya (pindah partai dari Hanura ke NasDem). Tidak usah diceritakan semua wartawan tahu bagaimana kondisi saya. di NasDem tidak ada membayar begitu juga di Hanura. Dan di Hanura kawan sudah banyak di situ, PPP dan PDIP juga demikian," katanya.

Semula, berencana hijrah ke PPP menggantikan posisi Fadly Nurzal yang masih keluarganya. Namun, ia memutuskan maju sebagai calon legislatif dari NasDem lantaran belum ada kawan di partai besutan Surya Paloh itu.

"Tidak ada yang lain-lain, saya pun minta izin baik-baik menghadap ke Sekjen Hanura dan Jenderal Wiranto.Semua baik-baik. Pak Wiranto bilang ya sudah kalau mau mencoba itu hak-mu. Kalau saran saya kenapa tidak di Hanura saja. Jadi, saya jawab untuk sementara tidak apa apa jenderal, saya di NasDem. Lalu Wiranto menjawab ya sudah tak apa-apa," ujarnya.

Usai bertemu Wiranto, ia melanjutkan silaturahmi dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Setelah itu, ia berbincang-bincang tentang calon legislatif bersama Tengku Erry Nuradi. Mereka juga berangkat ke Jakarta bertemu DPP NasDem.

"Jadi setelah saya putuskan untuk mencalonkan diri, baru mengajak Tengku Erry ke Jakarta. Saya tanya Bapak (Tengku Erry Nuradi) masuk mana? Ia menjawab belum ada mendaftar, terus saya sarankan untuk mendaftar bila tetap di NasDem," ungkapnya. 

Antrean Caleg Terlalu Panjang

Godfried Efendi Lubis mengakui sering pindah partai politik. Lima tahun lalu, Godfried memutuskan jadi kader Gerindra usai membaca berita koran Kompas.

Kala itu, ia melintas di Jalan Pandu. Usai membaca adanya penerimaan kader Gerindra kemudian mendaftar lewat internet.

"Kartu anggota pun dari internet didaftar dan diprint. Semua itu dari petunjuk Tuhan," ujar Godfried kepada Harian Tribun Medan/daring Tribun Medan.com.

Dia menyebutkan, Gerindra merupakan partai besar dan ia banyak utang budi karena selama ini Gerindra telah membesarkannya. Apalagi, Ketua DPC Gerindra Kota Medan Bobby O Zulkarnain merupakan gurunya dalam berpolitik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved