Residivis Pencurian Sepeda Motor, Congkel Rumah Korban Pakai Linggis 

Suharman mengatakan saat ia bangun sepeda motor Vario dengan nomor polisi BK 4831 AER NR miliknya sudah tidak ada.

Residivis Pencurian Sepeda Motor, Congkel Rumah Korban Pakai Linggis 
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Residivis kasus pencurian kembali diringkus Tim Pegasus Polsek Percut Seituan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Pegasus Polsek Percut Seituan mengamankan seorang pelaku pencurian sepeda motor, yang terjadi pada Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Pasar VII Tengah Gang Anggrek Dusun XI Desa Tembung.

Korban Suharman (36) mengatakan saat ia bangun sepeda motor Vario dengan nomor polisi BK 4831 AER NR miliknya sudah tidak ada. Saat dilihat pintu jendela depan ada bekas congkelan dengan linggis.

Mendapat adanya Laporan Polisi masuk dalam kasus pencurian, pada Kamis (26/7/2018) sekitar pukul 03.00 WIB, Tim Pegasus Percut dipimpin Kanit Reskrim melakukan patroli di Jalan Beringin Pasar VII Tembung.

Melihat masyarakat ramai berkumpul dan setelah didekati dan ditanya, rupanya ada seorang laki-laki yang ketauan oleh pemilik rumah atas nama Irma Sari sedang mencongkel jendela rumahnya yang terletak di Jalan Beringin Pasar VII Gang Nangka.

Kemudian laki-laki tersebut lari kebelakang rumah setelah dilakukan penyisiran dan ditemukan satu orang laki-laki yang mengaku bernama M Nur alias Mamek warga Jalan Beringin Psr VII Tembung, yang merupakan residivis dan sudah pernah dihukum dalam kasus pencurian juga.

Baca: Ternyata Suami Polwan Maria yang Bunuh Diri adalah Perwira Brimob, Ini Curhatannya Sebelum Tewas

Baca: Dosen Laporkan PNS yang Ubah Fotonya Jadi Langsing, Denny Cagur Ikut Jadi Penyebar

Setelah diamankan dan interogasi, baru ia mengakui bahwa dia yang mencongkel jendela rumah korban menggunakan dua buah linggis. Lebih dalam diiterogasi tersangka mengakui bahwa dia bersama dengan temannya Rudi yang masih belum tertangkap, telah melakukan pencurian sepeda motor dirumah korban sebelumnya bernama Surahman.

Baca: Mapolsek Diserang Warga setelah Pembubaran Aksi Main Hakim Terduga Begal, Ini Foto dan Videonya

Baca: Bupati Lampung Selatan yang juga Adik Zulkifli Hasan Kena OTT KPK, Disita Uang Rp 700 Juta

"Ternyata sepeda motor sudah mereka jual ke seorang perempuan bernama Suhartini Boru Sembiring seharga Rp 2,2 juta," kata Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri, Jumat (27/7/2018).

Ia menambahkan, tanpa berfikir panjang Tim Pegasus Polsek Percut Seituan selanjutnya mendatangi rumah dari Suhartini dan mendapat keterangan bahwa sepeda motor tersebut ada pada seorang laki-laki yang dikenal Suhartini bernama Didit.

"Suhartini mengaku hanya sebagai perantara saja dan mendapat jasa sebesar Rp 200 ribu dari hasil penjualan sepeda motor milik korban," katanya.

"Setelah dilakukan pencarian tersangka Didit belum ditemukan. Tim kemudian membawa Mamek dan Suhartini ke Polsek Percut Seituan. Dan untuk mempertanggujawabkan perbuatannya tersangka akan Pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," jelas Faidil.

(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved