Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total, BMKG Jelaskan soal Kekhawatiran Gelombang Tinggi dan Pasang-surut Air Laut

Gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu (28/7) dini hari tak terlalu memengaruhi ketinggian pasang surut air laut

Gerhana Bulan Total, BMKG Jelaskan soal Kekhawatiran Gelombang Tinggi dan Pasang-surut Air Laut
ibtimes.co.uk
Gerhana Bulan 

TRIBUN-MEDAN.COM - Fenomena langka Super Blue Blood Moon atau Supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total, yaitu posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus .

Dikutip dari situs bmkg.co.id, kejadian Gerhana Bulan Total dapat diamati di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sempat dikhawatirkan akan terjadi pasang surut air laut.  Tapi Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly mengatakan gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu (28/7) dini hari  tak terlalu memengaruhi ketinggian pasang surut air laut.

"Saya pikir kalau pengaruh tidak terlalu besar. Pasang surut pasti sudah kita ukur di pusat gempa nasional," ucap Sadly di Kantor BMKG.

Hal itu juga dipengaruhi oleh jarak antara bulan dan bumi saat fenomena terjadi.

Baca: Gerhana Bulan Total, Apa Pengaruhnya pada Zodiak? Simak Dampak Fenomena Alam Ini

Tak seperti pada saat Super Moon di mana jarak antara bumi dan bulan begitu dekat, kali ini jarak bulan dan bumi terpantau jauh sehingga tak terlalu banyak mengubah gaya gravitasi yang bisa berpengaruh pada ketinggian pasang surut air laut.

"Jadi dari segi gelombang tidak terpengaruh karena gelombang tinggi sudah terjadi sebelum-sebelumnya. Apalagi sekarang ini jarak dengan bumi jauh sehingga ya mungkin kenaikan (air laut) 30-40 cm, seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan bahwa kenaikan pasang surut air laut yang besar lebih dipengaruhi oleh faktor perbedaan temperatur antara suatu tempat dan tempat lainnya.

"Bahwa gerhana bulan total ini pengaruhnya sangat kecil ke pasang surut air laut. Terjadinya gelombang yang besar itu bukan dari pengaruh gerhana bulan tadi, tapi itu peristiwa meteorologi akibat ada perbedaan temperatur di selatan Jawa, Australia dan di utara, sehingga menimbulkan gelombang tinggi. Jadi itu hal yang sangat berbeda," kata Bambang.

Baca: Pukul 05.19 WIB, Fase Bulan Kembali Terlihat Terang dan Membesar

Baca: Tonton Live Streaming Gerhana Bulan Total di Sini

TAUTAN: Gerhana Bulan Total Air Laut

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved