Sombra, Anjing Paling Ditakuti di Kolombia, Mafia Sampai Tawarkan Uang untuk Membunuhnya 

Klan Teluk telah menawarkan hadiah sebesar $ 7.000 kepada siapa pun yang membunuh atau menangkap anjing yang cerdas itu

Sombra, Anjing Paling Ditakuti di Kolombia, Mafia Sampai Tawarkan Uang untuk Membunuhnya 
(AP Photo/Fernando Vergara)
Sombra anjing pelacak narkoba yang sudah mendeteksi lebih dari 2000 kilo kokain yang tersembunyi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ini adalah kisah tentang 'anjing narkoba' yang memiliki bakat dalam kepalanya. Sombra, adalah seekor anjing berjenis German Sheperd yang berusia enam tahun. Ia telah banyak membantu polisi Kolombia mendeteksi lebih dari 2.000 kilo kokain yang disembunyikan dalam koper, kapal dan pengiriman buah besar.

Tetapi sejak anjing ini masuk kedalam catatan larangan kokain, saat itu ia juga menjadi sasaran terbaru geng narkoba paling kuat di Kolombia.

Pihak kepolisian Kolombia baru-baru ini mengungkapkan bahwa Klan Teluk, kelompok yang memiliki pasukan gerilya sendiri, telah menawarkan hadiah sebesar $ 7.000 kepada siapa pun yang membunuh atau menangkap anjing yang cerdas itu.

Ancaman itu mendorong para pejabat untuk memindahkan Sombra, yang namanya dalam bahasa Spanyol berarti bayangan , dari pelabuhan yang ramai di pantai Karibia Kolombia ke ibu kota, tempatnya sekarang menggunakan bakat luar biasa untuk mengendus kargo mencurigakan di Bandar Udara Internasional El Dorado Bogota.

Setelah enam jam shiftnya selesai, Sombra diangkut menggunakan mobil dengan jendela gelap untuk kembali ke kandangnya. Dia biasanya ditemani oleh dua penjaga bersenjata.

"Kami bertanggung jawab atas keselamatannya," kata perwira Jose Rojas, pawang Sombra yang berusia 25 tahun.

Pekerjaan Sombra untuk menjadi mata-mata sangat diperlukan sekarang ini, bahkan lebih dari sebelumnya, ketika Kolombia bergulat dengan produksi kokain tradisional yang melonjak membuat tertutupnya hubungan erat dengan Amerika Serikat.

Laporan Gedung Putih baru-baru ini, ditemukan sejumlah lahan pertanian di mana petani dan pedagang memanen tanaman untuk bahan dasar obat-obatan itu.

Tanaman yang digunakan untuk membuat kokain naik 11 persen pada tahun 2017 menjadi 209.000 hektar (516.450 hektar).

"Pesan Presiden Trump ke Kolombia jelas, pertumbuhan rekor produksi kokain harus dibalik," kata Jim Carroll, Wakil Direktur untuk Kantor Kebijakan Obat-obatan Terlarang.

Halaman
123
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved