Tidak Peduli Usia, Wanita 70 tahun ini Senang Belajar Tari Tiang
Sementara kebanyakan wanita lansia Cina menghabiskan waktu luang mereka berlatih tarian alun-alun, seorang nenek di provinsi Sichuan Cina
TRIBUN-MEDAN.COM- Sementara kebanyakan wanita lansia Cina menghabiskan waktu luang mereka berlatih tarian alun-alun, seorang nenek di provinsi Sichuan Cina justru disibukkan dengan menari mengelilingi tiang.
Dai Dali, nenek berusia 70 tahun, mulai belajar tari tiang (pole dance) sejak empat tahun lalu. Dia sekarang mampu melakukan banyak gerakan intens, seperti menggantung terbalik dengan satu kaki di tiang dan melakukan perpecahan di sepanjang tiang. Dia bahkan memenangkan Kejuaraan Pole China Kelima.
Berbicara tentang antusiasmenya untuk menari tiang, Dai menjelaskan bahwa dia hanya menyukai perasaan ketika ia bisa berputar-putar di udara.
Meskipun Dai sudah menjadi sangat sensasional di Internet sekarang, tidak semua pengguna netizen Cina mendukungnya.
Beberapa justru mengatakan bahwa tindakan nenek satu ini sungguh tidak senonoh. Apalagi ketika ia memamerkan penampilannya secara online dan gerakannya desebut "terlalu menjijikkan".
Seperti pengguna media sosial Weibo @Kate_Morrie menggatakan, "Orang-orang tua dapat melakukan apa pun yang mereka suka, menghibur diri mereka sendiri yang mereka rasa cocok, tapi tolong jangan siaran di televisi atau muncul di media, oke? Itu menjijikkan."
Dai merasa marah terhadap komentar jahat itu dan mengatakan bahwa tarian pole sama seperti cara latihan lainnya.
"Ini hanya bentuk kesenian, bukan tarian vulgar. Dan anggota keluarga saya semua mendukung saya. Saya ingin membuktikan bahwa usia tidak berarti apa-apa selama Anda mau berusaha," ucapnya.
Tapi kendati demikian, masih ada saja yang mendukung Dai yang menggiati tarian tiang ini. Seperti beberapa komentar pengguna Weibo @Fu_Cake. Dalam komentarnya mengatakan, "Ini luar biasa! Tidak ada kata terlambat untuk mulai melakukan apa yang benar-benar ingin Anda lakukan dengan hidup Anda!".
Sedang pengguna lain, @Iamthesun mengatakan, "Melihat nenek, saya merasa tidak seharusnya makan siang. Saya harus menurunkan berat badan! Saya ingin menjadi seperti dia ketika saya mencapai usia itu."
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tari-t_20180728_130751.jpg)