Dipercaya Bawa Obor Asian Games, Basuki Sebut Momen Istimewa

Kirab Obor (Torch Relay) Asian Games 2018 akan sampai di Sumatera Utara pada 31 Juli - 1 Agustus 2018.

Dipercaya Bawa Obor Asian Games, Basuki Sebut Momen Istimewa
Tribun Medan / Nikson
Atlet Taekwondo Sumut, Basuki Nugroho. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kirab Obor (Torch Relay) Asian Games 2018 akan sampai  di Sumatera Utara pada 31 Juli - 1 Agustus 2018. Sumut menjadi provinsi ke-10 yang didatangi obor perhelatan olahraga terbesar di Asia ini.

Untuk atlet yang akan membawa api obor sendiri, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah mempersiapkan 7 atlet/mantan atlet berprestasi Sumut untuk bawa api obor yang telah diambil dari New Delhi, India.

Dari ketujuh atlet tersebut, terdapat nama Basuki Nugroho atlet taekwondo yang pernah meraih emas Sea Games 2011 Jakarta-Palembang.

Saat diwawancarai Tribun, atlet yang juga pernah meraih emas di PON 2004 dan 2012 ini merasa bangga bangga dan istimewa mendapat kepercayaan Pemprov Sumut menjadi pembawa Kirab Obor Asian Games 2018.

"Pertama bangga karena kita telah Dipercaya ditunjuk kita sebagai salah satu pembawa Api Obor Asian Games 2018. Ini moment yang sangat istimewa dengan diapresiasi Pemerintah Pemprov Sumut," katanya di PPLP Sumut, Jl. Sekolah Pembangunan, Medan.

Ini akan menjadi yang pertama bagi Basuki untuk menjadi pembawa obor, memamg sebelumnya ia menjelaskan pernah menjadi perwakilan di Asian Games 2002 untuk membawa bendera Merah Putih dan pakaian adat nusantara.

"Memang obor ini pertama kali, sebelumnya di Asean Games, Busan Korea Selatan 2002 dipilih bawa bendera dan pakaian adat nusantara," jelasnya.

Baca: Basuki Nugroho Dipercaya Menjadi Atlet Pembawa Obor Asian Games 2018

Atlet yang pernah mengikuti 3 gelaran Asian Games 2002, 2006 dan 2010 ini membeberkan Kirab Obor ini sebagai dukungan rakyat Sumut untuk sukses prestasi dan penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Kirab obor sebagai wujud dari dukungan rakyat Sumut terhadap Tim Indonesia di Asian Games. Harapannya sebagai tuan rumah, sukses prestasi dan penyelenggaraan," jelasnya.

Juga sebagai ajang penyulut motivasi atlet muda Sumut untuk bisa lebih berprestasi menyambut PON 2020 Papua dan PON 2024 sebagai tuan rumah.

"Moment ini juga menjadi motivasi pelaku olahraga untuk lebih bergiat terutama atlet dan pengurus, untuk menciptakan atlet nasional dan internasional. Kalau pribadi seperti taekwondo, tidak ada pengganti saya dan sekarang minim prestasi," ungkapnya.

Ia juga meminta 22 atlet Sumut yang dipercaya menjadi timnas Asian Games untuk memberikan yang terbaik dan mampu menghasilkan emas untuk Indonesia.

"Harapan saya pribadi minimal dari 22 atlet Sumut minimal ada berkontribusi untuk medali emas, saya tekankan emas. Apakah itu dari wushu atau karate. Karena kedua ini yang memang paling menonjol," pungkas Basuki.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved