Bayi Berwajah Dua Gilang Andika, Berharap Uluran Bantuan Pemerintah dan Donatur

Gilang Andika, bayi laki-laki berwajah dua dengan otak terpisah yang lahir pada tanggal 7 Mei 2018 lalu di Kota Batam

Bayi Berwajah Dua Gilang Andika, Berharap Uluran Bantuan Pemerintah dan Donatur
Iwan Gumelar 

TRIBUN-MEDAN.COM - Gilang Andika, bayi laki-laki berwajah dua dengan otak terpisah yang lahir pada tanggal 7 Mei 2018 lalu di Kota Batam, Kepulauan Riau ( Kepri) sampai saat ini masih mengharapkan uluran tangan dan bantuan baik dari Pemerintah daerah maupun para donatur.

Ditemui dikedaiamannya di Rusunawa Pemda I Blok G lantai 3 No.5 Muka Kuning, Batam, Mustafa dan Erlinasari terlihat tegar. 

Hanya saja dirinya mengaku sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam hal ini Pemkot Batam.

"Sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemkot yang saya dapatkan, kemarin memang ada perwakilan pihak kelurahan ke rumah saya, namun sampai saat ini belum jelas juga kelanjutannya seperti apa," kata Erlinasari ibunda Gilang.

Dari hasil pembicaraan kemarin, diakui Erlinasari Gilang Andika akan dibuatkan BPJS Kesehatan, hal ini bertujuan agar biaya pengobatan anaknya itu bisa sedikit teratasi.

Saat ini Gilang Andika wajib kontrol tiga hari sekali ke RS Awal Bros, dimana untuk sekali kontrol dirinya harus mengeluarkan uang pribadi lebih dari Rp 400.000.

"Kami kewalahan menutupi biaya kontrol ke RS Awal Bros. Sekali kontrol biayanya sekitar Rp 400.000. Biaya tersebut sangat mahal bagi kami, apalagi suami saya belum mendapatkan pekerjaan tetap," jelasnya.

"Makanya kami sangat berharap sekali bantuan dari Pemkot Batam dan masyarakat Kepri, yang membantu kesembuhan anak saya ini," katanya menambahkan.

Untuk kondisi Gilang sendiri, dokter yang menanganinya mengatakan saat ini ada lendir di paru-paru Gilang Andika selain cairan di kepalanya yang belum juga dilakukan operasi.

"Kemairn bantuan dari masyarakat sudah ada, bahkan salah satu media lokal yang ada di Batam juga memberikan bantuan untuk kesembuhan anak saya ini, namun bantuan itu tetap kami perlukan dan kami harapkan lagi," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved