Warkop Elisabeth Geger, Gerombolan Pelajar SMA Geber-geber Motor, Dilempar Botol Kecap Bubar!

Mereka menggeber sepeda motornya secara bersamaan hingga menimbulkan kehebohan.

Warkop Elisabeth Geger, Gerombolan Pelajar SMA Geber-geber Motor, Dilempar Botol Kecap Bubar!
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Polisi mendatangi lokasi Warkop Elisabeth, Senin (30/7/2018). Pelajar SMA nyaris bentrok. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga masyarakat yang sedang nongkrong di Warkop Elisabeth Jalan Haji Misbah tepatnya belakang Rumah Sakit Elisabeth geger dengan suara bising yang dari sekitar 25 sepeda motor yang dikemudikan pelajar SMA.

Mereka menggeber sepeda motornya secara bersamaan hingga menimbulkan kehebohan.

Salah seorang saksi, Pemilik Warkop 07 yang berada di Jalan Haji Misbah, Bang Regar mengatakan bahwa sekitar pukul 15.00 WIB ada gerombolan pelajar SMA yang lewat sambil menggeber sepeda motornya.

"Ada sekitar 25 sepeda motor yang lewat, aku duga dari SMA 2 yang mau bentrok sama anak-anak SMA yang nongkrong di Warkop Elisabeth," kata Regar, Senin (30/7/2018).

Ia menjelaskan, bahwa sekitar bulan 5 lalu saat ujian kenaikan kelas antara yang diduga anak SMA 2 tersebut, dengan anak-anak di Warkop Elisabeth yang didominasi anak Harahap sempat bentrok sebelum ujian.

"Sebelumnya sudah pernah bentrok di persimpangan Jalan Selamat Riyadi sebelum naik-naikan kelas," katanya.

"Sudah pernah juga didamaikan dulu, tapi kayaknya masih dendam mungkin. Makanya mereka mau main lagi," sambungnya.

Lanjut, Regar menceritakan bahwa saat kawanan 25 sepeda motor anak SMA itu lewat, ada seseorang bapak-bapak yang berada di warkopnya melemparkan botol kecap, karena geram melihat kebisingan yang timbulkan suara sepeda motor anak-anak SMA itu.

"Sempat dilempar botol Kecap gerombolan anak SMA itu, sama bapak-bapak sekitar umur 50 tahunan, karena getar tangannya mungkin terkejut dengar suara ada geber-geber sepeda motor," ujarnya.

Namun tidak ada bentrokan yang terjadi antar anak SMA tersebut. Tak lama setelah melintas para anak SMA yang diduga SMA salah satu negeri di Medan itu, pilih untuk membubarkan diri lantaran sudah banyaknya warga sekitar yang berkumpul.

Tak lama berselang, para anak sekolah yang tadinya berkumpul di Warkop Elisabeth langsung berhamburan pergi saat pihak kepolisian dari Polsek Medan Kota datang. Mereka seperti takut untuk dimintai keterangan perihal kejadian itu.

Sementara itu, Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani saat dihubungi via telepon seluler mengatakan masih akan mengecek dulu petugas yang berada di lapangan.

"Kita monitor dulu ya, cari informasi dari anggota di lapangan, nanti kita kabari lagi," jelas Revi.

(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved