Terus Merugi Pasien Lagi-lagi Jadi Korban, BPJS Tak Lagi Cover Penuh Persalinan Bayi

Kerugian atau defisit terus dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Terus Merugi Pasien Lagi-lagi Jadi Korban, BPJS Tak Lagi Cover Penuh Persalinan Bayi
Istimewa
BPJS Kesehatan 

TRIBUN-MEDAN.com - Kerugian atau defisit terus dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Buntutnya pasien yang dirugikan karena tidak lagi dicover penuh oleh institusi kesehatan milik pemerintah itu.

Upaya untuk mengatasi hal tersebut pun terus dilakukan BPJS sambil menunggu kebijakan resmi pemerintah.

Seiring diterbitkannya Peraturan Direktur (Perdir) Jaminan Pelayanan pada 25 Juli 2018, ramai kabar bahwa BPJS tak akan menjamin tiga layanan kesehatan meliputi katarak, persainan bayi lahir sehat, dan rehabilitasi medis.

Dilansir dari Intisari pada Selasa (31/7/2018), terkait hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat langsung memberikan klarifikasi.

Pihaknya menegaskan bahwa berlakunya Perdir dimaksudkan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan.

"Jadi tidak benar bahwa Perdir tersebut untuk menghapuskan penjaminan pelayanan, misalnya menghapuskan penjaminan pelayanan katarak atau menghapuskan penjaminan pelayanan rehabilitasi medik. Ini yang perlu publik pahami," tegas Nopi saat dihubungi Intisari lewat pesan WhatsApp.

Dikutip dari laman Bpjs-kesehatan.go.id, berikut isi Perdir Jaminan Pelayanan pada 25 Juli 2018:

"BPJS Kesehatan menerapkan implementasi:

(1) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, 

(2) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan 

(3) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik."

Nopi Hidayat menambahkan jika BPJS hanya akan meningkatkan efisiensi dan bukannya menghentikan semua jaminan secara total.

BPJS juga menerapkan aturan baru yang makin ketat pada tiga layanan yang disebut dalam Perdir yakni katarak, pelayanan persalinan, dan rehabilitasi medis.

Bagi penderita katarak dengan visus (lapang pandang penglihatan) pada kriteria tertentu dengan indikasi medis dan perlu mendapatkan operasi katarak, akan tetap dijamin BPJS Kesehatan. 

Penjaminan juga memperhatikan kapasitas fasilitas kesehatan seperti jumlah tenaga dokter mata dan kompetensi dokter mata yang memiliki sertifikasi kompetensi.

Lebih lanjut Nopi menjelaskan terkait dengan peraturan mengenai bayi baru lahir sehat, BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan baik persalinan normal maupun caesar.

Perawatan khusus yang ditanggung hanya untuk bayi yang lahir tidak sehat, sedangkan bayi yang lahir sehat bisa ditagihkan bersama biaya persalinan ibunya.

Untuk rehabilitasi medik ada batasan perawatan, maksimal dua kali dalam seminggu atau delapan kali dalam sebulan.

Ini berlaku juga untuk layanan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Jika membutuhkan tambahan pelayanan lebih dri 8 kali sebulan, pasien diminta menggesernya ke bulan berikutnya.

Layanan ini juga dianjurkan dilakukan oleh dokter spesialis medik serta bukan fisioterapis.

Bagi BPJS, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa tetap mendapat pelayanan kesehatan yang sesuai aturan sekaligus bisa membantu BPJS mengurangi defisitnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Intisari berjudul "Terus Merugi, BPJS Perketat Syarat Untuk 3 Jenis Layanan Kesehatan, Ini Aturan Terbarunya".

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved