Pilpres 2019

AHY Bilang Jiwa dan Semangat Muda Cocok Memimpin, Prabowo Subianto: Why Not?

Tepat 10 Agustus 2018 mendatang, usia mantan tentara berpangkat mayor infanteri itu tepat 40 tahun

Editor: Salomo Tarigan
kolase
AHY dan Prabowo Subianto 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tinggal menghitung hari, pendaftaran capres dan cawapres di Pemilu Presiden 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU)  membuka pendaftaran pada tanggal 4-10 Agustus mendatang.

Sementara, nama Agus Harimurti Yudhoyono, terus mencuat menjadi calon wakil presiden mendampingi sosok Prabowo Subianto.

AHY sapaan akrab dia, belakangan sibuk menghadiri acara internal yang dilakukan oleh partai maupun timnya sendiri.

Dalam sebuah diskusi yang digelar di Kebayoran, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, AHY mengaku dirinya merupakan representasi anak muda yang ingin mengabdi kepada bangsa dan negara.

Usia 39 tahun, ucapnya, menjadi usia yang cukup untuk melakukan suatu perubahan.

Baca: PKS Yakin pada Akhirnya Prabowo Subianto Akan Pilih Salim Segaf Jadi Cawapres, Berikut Alasannya

"Silakan lihat presiden Perancis, Perdana Menteri New Zealand (Selandia Baru), terbaru menteri olahraga di Malaysia. Semua berusia muda ketika memimpin," ujarnya.

Tepat 10 Agustus 2018 mendatang, usia mantan tentara berpangkat mayor infanteri itu tepat 40 tahun.

Bukan usia yang dapat dibilang muda, menurut Agus. Hanya saja, tingkat kematangan dan kedewasaan, juga tanggung jawab, dapat diperhitungkan menjadi pemimpin suatu bangsa.

"Ya memang kalau dibilang muda, sudah tidak muda-muda sekali. Tapi setidaknya, memiliki jiwa dan semangat muda itu harus," tegas Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu.

Deputi V Kogasma, Putu Supadma Rudana kepada Tribun mengatakan AHY merupakan pilihan alternatif yang diberikan Partai Demokrat untuk bangsa Indonesia pada 2019. Putu yang juga Wasekjen Partai Demokrat, mengungkapkan sebuah kode. 

Dalam pencalonan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, sekurang-kurangnya harus berusia 40 tahun. Hal itu tertuang dalam Pasal 169 huruf q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Sekarang kan usia 39. Tepat 10 Agustus 2018, usianya 40 tahun. Syarat jadi capres dan cawapres 40 tahun. Nah, maknai sendiri deh," kata dia seraya tersenyum.

Di tanggal yang sama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hari terakhir pendaftaran calon presiden dan wakil presiden hingga pukul 00.00 WIB. 

Baca: PKS Yakin pada Akhirnya Prabowo Subianto Akan Pilih Salim Segaf Jadi Cawapres, Berikut Alasannya

Baca: PKS Tetap Ngotot Ustaz Abdul Somad (UAS) atau Salim Segaf Jadi Cawapres Prabowo

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konfrensi persnya menilai tidak akan ada pendaftaran capres-cawapres pada 4-8 Agustus 2018 meski sudah dibuka.

"Saya rasa 4-6 Agustus tidak ada yang mendaftar. Baru 9-10 Agustus ada yang mendaftar," jelasnya beberapa waktu lalu.

Sikap itu diamini oleh Agus Harimurti Yudhoyono. Menurutnya, seluruh partai masih sangat cair. Komunikasi politik terus dilakukan baik secara formal maupun informal. Semua kemungkinan masih dapat terjadi.

"Intinya, komunikasi masih terus berlanjut," ucapnya di sebuah diskusi. Terciptanya koalisi dengan Partai Gerindra dan menutup koalisi dengan partai pendukung pemerintah, membuat Demokrat semakin yakin untuk keterpilihan AHY. 

Terlebih, sudah secara tersurat, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memperhitungkan mantan pasangan Sylviana Murni saat pilgub DKI Jakarta tersebut.

"AHY, why not? Saya ingin pendamping saya, yang memiliki integritas, kualitas dan yang paling penting sosok muda," tegas Prabowo.

Putu Supadma yang juga orang ring satu AHY itu menjelaskan perihal kemungkinan kejutan yang ada di dalam koalisi tersebut. Beberapa jam, jelang pendaftaran di hari terakhir. "Apakah ada kejutan? Tunggu saja 10 Agustus dini hari di Kuningan," ungkapnya. (tribunnetwork)

TAUTAN: Usia AHY 40 Tahun Saat Hari Terakhir Pendaftaran Capres-Cawapres

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved