Horee! Biaya Top up Uang Elektronik Akan Digratiskan, Imbauan Langsung Bank Indonesia!

Bank Indonesia akan memberlakukan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dalam layanan uang elektronik

Horee! Biaya Top up Uang Elektronik Akan Digratiskan, Imbauan Langsung Bank Indonesia!
linetoday
Uang elektronik 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bank Indonesia akan memberlakukan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dalam layanan uang elektronik.

Menjelang sistem tersebut diberlakukan, BI mendorong agar biaya top up atau isi ulang saldo uang elektronik tidak membebani masyarakat sehingga layanan itu bisa lebih luas lagi.

"Pengaturan harga top up uang elektronik perlu diatur, karena dinilai belum efisien dan masih membebani masyarakat karena harga yang variatif di lapangan, serta volume transaksi uang elektronik belum mencapai skala ekonomis yang akan berdampak pada efisiensi," demikian keterangan BI dalam laman resminya, bi.go.id, dikutip Rabu (1/8/2018).

 

Sehingga, BI mengimbau agar perbankan yang menerbitkan uang elektronik, bila sudah mampu, agar bisa membebaskan biaya top up uang elektronik.

Baca: Gak Disangka Nasib Turis Inggris Usai Tampar Petugas Bandara, Simak Kronologi dan Videonya

"Bagi bank yang telah mampu dan memiliki kapasitas penyediaan kemudahan tersebut, dapat menggratiskan biaya top up uang elektronik," tutur BI.

Sedangkan bagi bank yang belum mampu menggratiskan biaya top up uang elektronik, tetap diperbolehkan untuk memungut biaya namun tidak boleh melampaui batas atas yang ditetapkan dan tetap harus mengedepankan kepentingan pengguna.

Sejalan dengan upaya itu, BI juga mendorong seluruh bank menyempurnakan layanan uang elektronik, mulai dari infrastrukturnya, menyiapkan sarana top up di berbagai lokasi, hingga kecukupan kartu.

Saat ini, sistem GPN baru diberlakukan terhadap kartu ATM atau debet.

Secara bertahap, GPN akan diimplementasikan untuk uang elektronik lalu diterapkan pada layanan lain seperti layanan berbasis tagihan, online payment, dan lainnya.

GPN merupakan suatu sistem yang menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen bank dalam satu sistem pembayaran.

Baca: Kesempatan PAN Gabung Koalisi Jokowi, Begini Kata Sekjen PPP Arsul Sani

Baca: Koalisi Demokrat-Gerindra Cukup di Pilpres, PAN dan PKS Belum Legawa soal Cawapres

Manfaatnya saat ini, masyarakat tidak perlu mencari mesin EDC (Electronic Data Captured) dari bank yang sama karena semua kartu yang diterbitkan bank domestik dapat terhubung dengan satu mesin EDC dengan GPN.

Saat ini di Indonesia terdapat berbagai macam uang elektronik. Tak hanya oleh bank, uang elektronik juga diterbitkan oleh oleh provider lain.

Sejumlah penerbit uang elektronik mengenakan biaya jika nasabah atau pengguna uang elektronik menambah saldo uang elektroniknya atau top up.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bank Indonesia Imbau Biaya "Top Up" Uang Elektronik Digratiskan"

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved