Kesempatan PAN Gabung Koalisi Jokowi, Begini Kata Sekjen PPP Arsul Sani
Presiden Joko Widodo dan Parpol Koalisinya masih memberi kesempatan kepada Partai Amanat Nasional (PAN)
TRIBUN-MEDAN.COM - Pembahasan strategi koalisi menuju pemilihan presiden semakin hangat. Isu semakin kencan jelang pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil, yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) 4-10 Agustus mendatang.
Presiden Joko Widodo dan Parpol Koalisinya masih memberi kesempatan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung di koalisi untuk menghadapi Pilpres 2019.
Dilansir Kompas.com, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan koalisi pengusung Presiden Joko Widodo masih membuka peluang bagi PAN untuk bergabung.
Hal itu bahkan sempat disinggung dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan sembilan sekjen partai yang tergabung di koalisi Jokowi. Pertemuan berlangsung di Bogor, Selasa (31/7/2018) malam.
"Betul (buka peluang untuk PAN bergabung). Tadi malam memang ada yang menyinggung seperti Itu," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Bahkan, kata Arsul, Jokowi meminta pendapat kepada para sekjen ihwal opsi bergabungnya PAN ke dalam koalisi.
Baca: Chevron Tersingkir, Pertamina Kelola Blok Rokan, Pendapatan Negara Bisa Capai Rp 825 Triliun
Baca: Ini Alasan Ketua MUI Maruf Amin Mendukung Jokowi 2 Periode Presiden RI, Bukan yang Lain!
Arsul lantas menyatakan pada intinya para sekjen juga masih membuka kesempatan untuk PAN jika memang serius hendak bergabung. Namun untuk kepastiannya, Arsul menyatakan hal tersebut hanya bisa disampaikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
"Intinya istilahnya koalisi tidak menggembok yang tidak bisa dibuka kembali. Sepanjang semuanya sepakat ya terbuka aja. Sepanjang semua sepakat," lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen PPP Sebut Koalisi Jokowi Masih Buka Peluang bagi PAN Bergabung",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/arsul-sani_20160913_193737.jpg)