Setelah Diguncang Gempa Beredar Kabar Air Laut Lombok Mulai Surut, Warga Mengungsi ke Gunung

Seorang warga bernama Ahmad Robi sebagaimana dikutip dari Kompas TV menuturkan saat ini warga mulai bergerak menuju ke wilayah Gunung Sari

Setelah Diguncang Gempa Beredar Kabar Air Laut Lombok Mulai Surut, Warga Mengungsi ke Gunung
ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Sejumlah warga korban gempa berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com-Gempa kembali menguncang daerah Lombok dan sekitarnya. Gempa yang dirasakan cukup keras ini membuat para warga panik.

Gempa bermagnitudo 7.0 SR mengguncang Lombok Utara, NTB, dan sekitarnya, Minggu (5/8/2018) pada pukul 18.46 Wita.

Warga di Lombok Barat mulai mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi, sehubungan dengan terjadinya gempa yang berpotensi tsunami tersebut, Minggu (5/8/2018).

Seorang warga bernama Ahmad Robi sebagaimana dikutip dari Kompas TV menuturkan saat ini warga mulai bergerak menuju ke wilayah Gunung Sari yang tempatnya lebih tinggi untuk mengantisipasi tsunami.

"Warga melakukan eksodus karena khawatir tsunami. Apalagi beredar kabar bahwa air laut mulai surut. Ini yang membuat warga khawatir," ungkapnya.

Baca: Lombok Diguncang Gempa 7.0 pada SR, Timbul Kepanikan Karyawan hingga Berhamburan Keluar

Baca: Gempa Berkekuatan 7.0 SR Guncang Lombok, Berpotensi Tsunami

Menurut dia, listrik di sejumlah wiayah di Lombok Barat padam. Sehingga warga hanya mengandalkan informasi dari masjid-masjid.

"Warga tidak bisa mengakses informasi dari TV dan radio. Informasi hanya dari masjid-masjid, yang mengimbau warga keluar rumah," tambahnya.

Sebelumnya gempa bermagnitudo 7 mengguncang Lombok Utara, NTB, dan sekitarnya, Minggu (5/8/2018) pada pukul 18.46 Wita. Gempa berpusat di 8.37 LS,116.48 BT, sekitar 27 km di arah timur laut.

Pusat gempa berada di kedalaman 15 kilometer. BMKG melaporkan gempa berpotensi tsunami. Terkait peringatan dini tsunami, belum ada tanda-tanda kenaikan air laut.

Gempa dirasakan kencang oleh warga di Mataram, NTB. Warga berlarian panik ke luar rumah dan memilih berlindung di masjid yang dinilai aman.(*)

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved