Akhirnya Ditangkap Polisi, Pria yang Mengaku Baru Keluar Penjara dan Aniaya Orang

Pria dalam tayangan video yang berdurasi 3 menit 18 detik itu tampak tak berbaju dan wajahnya berlumuran darah.

Akhirnya Ditangkap Polisi, Pria yang Mengaku Baru Keluar Penjara dan Aniaya Orang
Tribun-Medan.com/HO
Pria yang bernama Sarpono alias Abok (35) diamankan Polres Langkat pada Minggu (5/8/2018)malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah video penganiayaan seorang pria viral di media sosial facebook, Sabtu (4/8/2018).

Pria dalam tayangan video yang berdurasi  3 menit 18 detik itu tampak tak berbaju dan wajahnya berlumuran darah.

Ia mendapat beberapa kali sabetan senjata tajam.

Ia meminta-minta ampun kepada pria yang pegang senjata tajam tersebut.

Bahkan pria tersebut sampai gemetaran dam minta-minta ampun dari dalam parit bersemak di salah satu kawasan perkebunan di Desa Stungkit, Kacamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Di dalam video disebutkan, pria yang menganiaya tersebut mengaku bernama Abok.

"Tau kau ini siapa? Ini Abok. Berapa juga kau habiskan hartaku, an**ng. Kau lapor ke Polres siapa imbang kau ini. Ini video kau. Berapa juta kau habiskan harta ku..!  Kereta (sepeda motor) vario dan duit 5 juta aku ke mana?" tanya pria yang pegang senjata tajam tersebut sambil merekamnya. 

Pria yang berlumuran darah tersebut tampak terjatuh, sembari terus minta-minta ampun.

Bahkan ia sempat melarikan diri ke semak-semak.

Tapi ia kembali balik arah, setelah diancam oleh pria yang mengaku bernama Abok tersebut.

"Apa?"

"Mau pulang kau?"

"Cari banyak-banyak deking kau."

"Naik kau ke mari, enggak ku apa-apain pun kau," kata Abok

Ia dilarang menangkis serangan senjata tajam tersebut.

Kalau menangkis, bakal dimatikannya.

"Ampun aku bang," ujar pria malang tersebut.

"Sekali kau tangkis ku hajar kau. Sudah biasa aku nyayatin orang. Apa yang kau perbuat selama aku di penjara?" tanya Abok.

"Aku sudah merusak rumah tangga abang. Sudah makan duit abang untuk beli sabu," jawab pria berdarah tersebut.

"Sudah berapa banyak sabu kau telan dari duitku? Berapa banyak?  Minta ampun kau. Mengemis kau sama aku an**ng," ujar Abok. 

"Ya Alah, ampun aku bang. Ampun aku bang," jawab pria itu lagi dengan mengatup kedua tangannya. 

"Naik kau ke darat. Kau tunggu di pos. Jalan ke sana, ku matikan kau di sini kalau kau tangkis. Cantik kali muka kau, dulu kau ganteng kan, saat aku di penjar," kata Abok.

"Yang bisa nolongin kau Tuhan, orang lain berat, petugas berat. Kau ingat pisau yang kufotokan dan kukirim sama kau saat aku di penjara kan?" kata Abok lagi. 

"Ampuni aku ya Allah," pinta pria itu.

"Mau kau imbangi aku...?" tanya Abok.

Pria itu pun terduduk minta-minta ampun.

Wajahnya dilumuri darah yang bercucuran akibat sabetan senjata tajam tersebut.

"Ya udah, selamat kau," ujar Abok saat terdengar suara perempuang yang memanggil 'abang.., abang..., dari kejauna. 

"Terima kasih bang," ucap pria itu di akhir video.

Video yang pertama kali diunggah akun @Fery itu pun sudah ditonton puluhan ribu kali dan ratusan kali dibagikan netizen. 

Namun, dua hari setelah viral, video dan foto yang diunggahnya tidak tampak lagi. 

Berikut caption postingan videonya pada Sabtu (4/8/2018) sore; "Abok@ menyerah lah kau,,karena POLDA SUMUT sudah mengeluarkan perintah "Tangkap !! Hidup atau Mati" Dan wajahmu sudah tersebar luas di seluruh Jajaran Polres/Polsek Sesumatera Utara maupun di media sosial facebook.

~ Cara yang kau lakukan untuk balas dendam itu salah. Karena perbuatan mu itu sudah mengantarkan mu menjadi TARGET OPERASI.

~ Dan seluruh personil kepolisian Sumatera Utara siap menampung apabila kau lari ke kota mereka. Gk ada yang preman zaman skrg bos...!!! Hanya SAMPAH yang menyatakan diri dia preman..!!!"

Foto Fery.

Pria yang disebut bernama Abok.

Foto Abdi Tumanggor.

Foto Abdi Tumanggor.

Netizen pun turut mengomentari tragedi di dalam video tersebut.

"@Purwanto BP Kalau nampak orang yang di dalam foto gas bangda, Mana tau dia lari dari Langkat," komentar akun @Fery Àñìf Ñšť. 

"Wajar lah kalau biniknya di tidurin orang, dia emosinya sampek kesetanan kayak gitu," lanjut komentar @Fi'ik Pam Pam. 

"Lah, aku melihat yang berdarah-berdarah itu yang bersalah. Melarikan duit orang, merusak rumah tangga, menyabu," tulis komentar @Bornok Hisar Ignatius Pardede. 

"Ngeri kali....segitu kali cara dia balas dendam yah... Semoga cepat ketemu pelakunya," lanjut komentar @Louren PurbaRaja. 

"Terkadang seekor kelinci akan menjadi harimau bila rumah tangganya dihancurkan oleh serigala. itulah yang dilakukan mr ABOK....tetapi negara kita memang negara hukum....." komentar @Popaye Pay.

"Tidak ada yg kebal hukum ,tangkap bila perlu tembak mati tu org emang siapa dekingnya kok sok hebat x si apok itu. Klu jantqn knp lari si moyet itu tp dia bilqng tdk takut sm.polisi. perintah tembak di tempat itu yg setimpal agar tau rasa," komentar @Diah Gurning. 

"Kalau seumpamanya si pelaku membunuh nya langsung tanpa mempublikasikan perlakuan si korban dan istrinya dia juga akan ketangkap dan mati juga kalau kena hukuman mati, jadi orang nya juga pintar cari bukti kalau si korban melakukan hal yang salah dengan istri dan hartanya , jadi kalau bisa sih tangkap dulu korban nya dan hukum juga pelakunya , mereka sama2 bersalah," komentar penjelasan @A Husain Ray. 

"Si Abok bodoh. Kalau saja gak divideo dia mungkin gak jadi DPO dia.. Sikit2 video update di Facebook. Sekali2 Napa gtu ada yg kawen lalu live di Facebook.." komentar @Bayu Anggoro. 

Sang Istri Membuat Laporan ke Polisi

Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com, korban bernama Yuda Perwira Abdi Pranata alias Mulai (31), warga Jalan Dan V Karya Cipta, Desa Besilam, Langkat, hingga kini mendapat perawatan intensif di RSU Tanjung Slamet, Batang serangan, Kabupaten Langkat, Sumut.

Akibat penganiayaan tersebut, Yuda mengalami luka bacokan pada bagian tubuh, kepala, dan juga tangan kanannya karena pendarahan yang serius.

Penganiyaan tersebut terjadi di depan Pos Security Barak PT LNK di desa Besilam BL Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat pada Kamis (2/8/2018) sekitar pukul 16.30 WIB.

Istri korban yang bernama Novi, sebelumnya mendapat informasi dari tetangganya karena suaminya telah dianiaya oleh Sarpono dengan senjata tajam.

Ia pun mendatangi lokasi dan melihat suaminya dalam keadaan kondisi terluka parah dan banyak mengeluarkan darah.

Novi pun merujuk suaminya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Selanjutnya, ia membuat laporan ke kantor polisi sektor Stabat dengan bukti laporan polisi nomor, LP/119/VIII/2018/SU/LKT/SEK-STABAT.

Abok hanya tertunduk lesu saat diamankan oleh polisi akibat melakukan penganiayaan
Abok hanya tertunduk lesu saat diamankan oleh polisi akibat melakukan penganiayaan 

Pelaku Ditangkap Polres Langkat

Kini pelaku telah diamankan Polres Langkat.

Pria yang bernama Sarpono alias Abok (35) itu diamankan pada Minggu (5/8/2018).

Kapolres Langkat AKBP Dedy Indrianto mengatakan, sebelumnya sudah menerima laporan dari keluarga korban.

Selanjutnya turut memeriksa dua orang saksi, masing-masing bernama Arbiin (20) dan Susu (35) warga setempat.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelikan lebih lanjut ke Desa tersebut, pelaku penganiayaan pun menyerahkan diri kepada Bripka Herdianto yang didampingi Kades Stungkit Supriadi Usman.

"Pelaku sudah diamankan ke Polsek Stabat, Kabupaten Langkat guna proses hukum yang berlaku, untuk situasi aman terkendali," ujarnya, Selasa (7/8/2018).

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti, di antaranya satu baju kaos warna coklat hitam merah yang berdarah dan satu buah celana pendek warna biru yang berdarah. 

Kini proses hukumnya tengah berlanjut dan ditangani Polsek Stabat, Polres Langkat

(cr3/tribun-medan.com)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved