Ismar Terpaksa Bohongi Penipu Agar Anaknya Bisa Bekerja di Perusahaan MLM

Unit Reskrim Polsek Helvetia membongkar penipuan dengan modus menawarkan kerja di perusahaan multi level marketing (MLM)

Ismar Terpaksa Bohongi Penipu Agar Anaknya Bisa Bekerja di Perusahaan MLM
Puluhan korban penipuan modus penerimaan kerja di PT Amoeba Internasional saat berada di Polsek Helvetia. Rata-rata korbannya adalah anak dibawah umur 

MEDAN,TRIBUN-Unit Reskrim Polsek Helvetia membongkar penipuan dengan modus menawarkan kerja di perusahaan multi level marketing (MLM).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 42 orang korbannya, yang rata-rata masih dibawah umur.

Salah satu orangtua korban bernama Ismar Suryani Tanjung (40) mengatakan, dirinya sempat dipaksa menyetorkan uang ke salah satu pelaku.

"Mereka mendesak saya menyetorkan uang sebesar Rp 8 juta.

Jika uang itu tidak dikirim, maka anak saya tidak akan diberangkatkan ke Jawa," kata perempuan asal Teluk Pulau Tanjung Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ini di Polsek Helvetia, Senin (6/8).

Karena tidak punya uang, Isma pun membohongi pelaku bernama Thamrin Hutapea.

Ia mengatakan, dirinya tengah berusaha mencari pinjaman.

Baca: 10 Tips Efektif Menghindari Penipuan Toko Online, Kenali Modusnya!

"Mereka terus mendesak saya. Tapi saya terpaksa bohong. Saya bilang, nanti jika uang terkumpul, akan saya kirim," katanya.

Meski tidak mengirimkan uang yang diminta pelaku, ia sempat mentransferkan uang muka sebesar Rp 400 ribu.

Uang itu digunakan untuk keperluan anak laki-laki Isma bernama Rizki Ananda alias Nanda (18).

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved