Sudah 28 Korban Penipuan Berkedok MLM Dijemput Keluarga, Begini Kata Kapolsek

Trila menjelaskan Polsek Medan Helvetia sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Sudah 28 Korban Penipuan Berkedok MLM Dijemput Keluarga, Begini Kata Kapolsek
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Para pekerja di PT Amoeba Internasional yang dijanjikan pekerjaan bagi anak-anak dibawah umur lewat modus MLM itu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trila Murni menyampaikan bahwa mulai Senin (6/8/2018) malam kemarin, keluarga para korban penipuan PT Amoeba Internasional mulai berdatangan.

Baca: Ismar tak Mampu Menahan Tangis Pasca-personel Polsek Helvetia Ungkap Praktik MLM Siluman

Para keluarga berdatangan untuk menjemput anak-anaknya maupun sanak keluarga yang jadi korban penipuan MLM berkedok menjual Cakra Plus tersebut.

"Dari 42 korban, 28 di antaranya sudah dijemput pihak keluarga dan 14 orang korban lagi yang belum dijemput pihak keluarga," kata Trila, Selasa (7/8/2018).

"Kita ucapkan terima kasih kepada pihak keluarga korban yang merespon cepat untuk menjemput anak-anak mereka. Karena banyak keluarga yang datang dari luar daerah," sambungnya.

Lanjut, Trila menjelaskan Polsek Medan Helvetia sudah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polrestabes Medan, agar turun membantu menyelesaikan permasalahan. Kalaupun ada dari korban yang merasa keberatan akan diarahkan ke Polda Sumut.

"Kasus ini mungkin akan dilimpahkan ke Polda Sumut. Kita akan minta petunjuk bagaimana proses selanjutnya," katanya.

Ia menambahkan, bahwa diantara 14 orang korban yang belum dijemput, beberapa diantaranya belum bisa dipulangkan, dengan alasan korban juga termasuk pelaku yang sampai saat ini masih dimintai keterangannya.

"Tapi hampir sebagian besar korban yang wanita sudah dipulangkan, paling hanya sekitar beberapa orang lagi yang belum," ucapnya.

Terkait pelaku yang diduga pemimpin PT Amoeba Internasional di Medan, Friska Ronita Ambarita sebagai Ketua atau Top A Plan, yang katanya masih training di Kota Bandung, sampai saat ini belum ada tanggapan.

"Belum ada jawaban maupun etikat baik sama sekali dari PT Amoeba Internasional sampai sekarang. Jadi kita masih akan bertanggungjawab terhadap kebutuhan para korban selama 2 hari terakhir ini," ujarnya.

"Kebanyakan para korban dijemput sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam. Karena keluarga kebanyakan dari luar daerah seperti Dairi, Balige dan setelah mendengar kabar langsung berangkat menjemput," jelas Trila.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved