Doctorhelmet, Melayani Permintaan Helm Custom hingga ke Seluruh Dunia

Idris mengatakan modal awal ia membuka bisnis ini sebesar Rp 3 jutaan, ia belajar secara otodidak berhubung dulunya ia dari SMK teknik mesin.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Doctorhelmet, Muhammad Idris Nasution menjual helm custom sekitar 245 USD di Toko Doctorhelmet, Jalan Tuasan Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Selama penjualan sepeda motor terus tumbuh, kemungkinan penjualan helm terus meningkat. Tentunya pemilik helm mengiginkan helmnya selalu bersih. Pemilik helm seringkali enggan mencuci helm sendiri karena kesibukan atau mungkin kesulitan.

Usaha jasa cuci helm memiliki prospek yang bagus di Kota Medan.

"Usaha cuci helm berawal dari ide teman saya di tahun 2010, lalu saya tindaklanjuti. Dulu saya masih kuliah di Fakultas Ekonomi Manajemen, Dharmawangsa. Teori menyusun sebuah rencana bisnis sudah saya pelajari mengenai modal, strategi bisnis dan yang terpenting target marketnya. Bisnis cuci helm ini banyak konsumennya tapi bisnis ini pemainnya masih sedikit," ujar Pemilik Doctorhelmet, Muhammad Idris Nasution di Toko Doctorhelmet, Jalan Tuasan, Medan, Rabu, (8/8/2018).

Idris mengatakan modal awal ia membuka bisnis ini sebesar Rp 3 jutaan, ia belajar secara otodidak berhubung dulunya ia juga dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) teknik mesin.

"Jadi sudah biasa bongkar-bongkar mesin, untuk bongkar helm masih simple," ucapnya.

Ia menambahkan saat merintis bisnis ini, banyak konsumen yang belum familiar mengenai cuci helm. "Orang masih berpikir, helm kok dicuci, nanti rusak. Oh bisa ya helm dicuci. Awalnya saya beri edukasi, apa manfaat cuci helm, agar helm bersih, lebih awet dan nyaman digunakan. Selama dua tahun saya sebar brosur-brosur agar produk ini bisa dikenal masyarakat," tutur Idris.

Kini, Doctorhelmet bukan hanya melayani cuci helm, tapi juga menghadirkan pelayanan service helm, serta jual helm gaya sesuai dengan selera (custom).

"Dulunya hanya melayani cuci helm saja, tapi sekarang sudah menyangkut tentang service helm mengenai kaca, tali, busa, cat ulang. Kita juga melayani permintaan helm sesuai custom. Alhamdulillah bisnis saya ini, bisa Go Internasional, dari permintaan online, website kita www.doctorhelmet.com dan instagram kita, @doctorhelmet, saya bisa melayani permintaan helm custom hingga pengiriman ke seluruh dunia," ujarnya.

Pemesanan paling banyak dari Amerika dan Kanada, selain itu juga pemesanan dari Australia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang dan lain-lain.

"Kita tingkatkan inovasi dalam pembuatan helm custom ini. Helm kita unik dan warna bisa request, kalau di sana mungkin ada tapi mahal, bagi konsumen luar negeri belanja di Indonesia lebih murah," terangnya.

Idris mengaku dengan adanya penjualan online ini, ia jadi lebih mahir berbahasa inggris. Ia juga merasa senang, dapat memiliki konsumen di berbagai negara.

"Sekarang sudah mudah jualan produk karena media sosial ini, yang penting mau saja. Ya mengenai pemasaran pakai modal kuota saja," serunya.

Ia mengatakan harga cuci helm dibanderol Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu saja. Perbaikan helm biasanya senilai Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu dan untuk harga helm custom sekitar 245 USD sudah termasuk ongkos kirim.

Menurutnya omzet yang didapat selama sebulan rata-rata Rp 30 juta belum termasuk permintaan online. Dengan berbisnis ia mendapatkan finansial, selain itu juga waktu bersama keluarga juga lebih banyak. Tak hanya itu saja, Idris mendapatkan banyak relasi dan berbagi ilmu dengan pebisnis lainnya.

"Untuk terjun ke dalam bisnis, ikuti saja passion kita, gali lebih dalam potensi dan bakat yang dimiliki. Dunia online kini sudah meluas bisa mencakup seluruh dunia. Dalam hal usaha, ciptakan inovasi dan kreatifitas, temani orang yang semangat, cari mentor yang tepat dan konsultasilah dengan pebisnis lainnya," tutupnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved