Driver Grab Pukul Aktivis Koalisi Pejalan Kaki, Manajemen Ambil Tindakan Tegas

Driver Grab mengimbau pengendara motor untuk kembali ke jalan raya dan tidak menggunakan trotoar untuk melintas.

Driver Grab Pukul Aktivis Koalisi Pejalan Kaki, Manajemen Ambil Tindakan Tegas
Kolase/Twitter/@trotoarian
Viral di media sosial video driver ojek online memukul pejalan kaki di trotoar. 

TRIBUN-MEDAN.com-Publik tengah diramaikan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan pejalan kaki pengguna trotoar mendapatkan kekerasan dari seorang driver ojek online.

Video tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh akun Twitter Koalisi Pejalan Kaki, @trotoarian, pada Selasa (7/8/2018).

Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut menampilkan sebuah jalan raya yang macet dan padat dengan kendaraan.

"Jangan dibiasain, Pak. Ini buat jalan kaki, bukan buat jalan motor," kata sang perekam di dalam videonya tersebut.

Saat berjalan menyusuri trotoar, perekam video yang merupakan seorang laki-laki yang mengaku bernama Alif ini bertemu dengan pengendara motor yang merupakan seorang driver ojek online.

Alif pun langsung mengadang sang driver ojek online dan memintanya untuk menggunakan jalan yang semestinya.

Bukannya mengindahkan imbauan Alif, driver ojek online tersebut malah menganggap tindakan sang pria ini tidak sopan.

Tak hanya itu, sang driver ojek online yang tengah membonceng penumpang pun menanyakan identitas dan pekerjaan Alif.

Keduanya pun sempat berdebat di trotoar tersebut sebelum akhirnya driver ojek online itu meninggalkan Alif.

Saat driver ojek online meninggalkannya, Alif sempat meneriaki dan membuat driver ojek online itu naik pitam.

"Tobat, Bu!" teriak Alif.

Merasa tidak terima, driver ojek online itu pun turun dari motornya dan menghampiri Alif kembali.

Driver ojek online itu memukul Alif menggunakan helm dan kemudian meninggalkan Alif lagi.

Alif pun melanjutkan perjalanannya dan tetap terus mengimbau pengendara motor untuk menggunakan jalan raya, bukan jalan trotoar yang fungsinya untuk pejalan kaki.

TribunWow.com melansir dari Kompas.com pada Rabu (8/8/2018), pihak ojek online tempat sang driver bernaung, Grab, pun langsung mengambil tindakan pasca kejadian viral ini.

Manajemen Grab Indonesia telah memberhentikan mitra Grab yang melakukan pemukulan terhadap anggota Koalisi Pejalan Kaki, Alif, pada Senin (6/8/2018) di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur.

"Setelah melakukan investigasi, kami telah memberhentikan mitra yang bersangkutan secara permanen karena terbukti melakukan pelanggaran seperti yang viral di media sosial," kata Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Mediko menjelaskan bahwa prioritas Grab adalah keselamatan dan keamanan seluruh mitra pengemudi, penumpang, dan masyarakat.

Maka dari itu, Grab tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan kejahatan di jalanan.

"Sesuai dengan kebijakan yang berlaku, segala bentuk kekerasan atau kejahatan tidak akan ditoleransi," ujarnya.

Ke depannya, pihak Grab akan memperketat seleksi perekrutan mitra pengemudi.

Sehingga Grab tetap bisa memberikan standar pelayanan tinggi untuk penumpang.

"Proses seleksi akan semakin ketat untuk tahu latar belakang dan catatan kriminal mitra pengemudi," ujar Mediko.

(Tribunnews.com/Natalia Bulan R P)

Editor: Liston Damanik
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved