Rugikan Negara, Kanwil DJBC Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 29,8 Miliar

Barang bukti yang dimusnahkan telah mendapat merupakan barang bukti tindak pidana kepabeanan, telah izin pemusnahan dari pengadilan negeri

Rugikan Negara, Kanwil DJBC Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 29,8 Miliar
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Kanwil DJBC Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 29,8 Miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kanwil DJBC Sumatera Utara beserta Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi se-Sumut melakukan pemusnahan bersama atas barang rampasan negara, di Halaman KPPBC TMP Belawan Jalan Anggada II No 2, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Kota Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8/2018).

Barang bukti yang dimusnahkan telah mendapat merupakan barang bukti tindak pidana kepabeanan, yang telah mendapat izin pemusnahan dari pengadilan negeri sesuai pasal 45 KUHAP dan Barang Milik Negara (BMN).

Merupakan hasil tangkapan dari kegiatan penindakan Bea Cukai dan penindakan Polda Sumut , Patroli laut Dirjen Bea Cukai, Lantamal I Belawan, Ditpolair Polda Sumut untuk tahun 2016-2018.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumut, Oza Olivia mengatakan bahwa barang-barang yang dimusnahkan telah mendapat putusan atau persetujuan dari PN Medan, Kisaran dan Tanjung Balai, yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atu in kracht untuk barang rampasan negara.

"Barang-barang yang dimusnahkan berupa ballpress atau pakaian bekas sebanyak 9.575 ball. Rokok sebanyak 19.020.760 batang dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 3.867 botol," kata Oza, Rabu (8/8/2018).

"Diperkirakan barang-barang yang dimusnahkan bernilai sekitar Rp 29,8 miliar rupiah," sambungnya.

Baca: Guru di Tobasa Diseret Keluar Kelas di Hadapan Siswa, Vokal Suarakan Dugaan Penyimpangan di Sekolah

Baca: Hotman Paris Ungkap Cerita saat Ariel Minta Maaf pada Cut Tari Waktu Diperiksa Kasus Video Asusila

Oza menjelaskan bahwa penyelundupan pakaian bekas tidak dapar dihitung kerugian negara secara materi atau fiskal. Mengingat pakaian bekas merupakan komoditi yang dilarang untuk impor sesuai pasal 47 ayat 1 UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan peraturan menteri perdagangan RI No 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang larangan impor pakaian bekas sehingga tidak mungkin dikenakan bea masuk dan pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Baca: Perbuatan Asusila di Ruangan Pimpinan DPRD Terbongkar, Dua Pegawai Wanita Dipecat

Baca: Melihat Kondisi Negara, Ketua Sinode GPDI Bilang Indonesia Lebih Baik Dipimpin Prabowo-AHY

Lanjut, ia menjabarkan bahwa terdapat kerugian negara dalam bentuk immaterial yaitu, dari sisi ekonomi impor pakaian akan sangat mengganggu pasar domestik yang merupakan pangsa pasar sebagian besar industri kecil dan menengah tekstil dan produk tekstil. Serta konveksi yang berakibat akan ada beberapa IKM TPT dan konveksi yang tutup dan tentu berimbas pada peningkatan jumlah pengangguran di dalam negeri.

Baca: Belasan Remaja Korban Penipuan MLM Dijemput Keluarga, Polisi Cari Pimpinan Perusahaan

Baca: Pertandingan Beda Kasta, Kuala Nanggroe Janjikan Perlawanan Sengit Kontra PSMS

Selain itu, dari sisi kesehatan pakaian bekas akan menularkan penyakit ke pemakaiannya karena tidak higienis. Serta dari sisi sosial importasi pakaian bekas akan menurunkan harga diri bangsa di tingkat Internasional tentang kemampuan daya beli masyarakat Indonesia.

Baca: Warga Medan Curi Kotak Infak Mesjid Baiturrahim Tanah Karo, Bawa Kabur Uang Rp 3 Juta

Baca: Warga Temukan Orok Dalam Kendi di Tanjung Gusta, Ditanam di Kebun Ubi

"Potensi penerimaan negara akibat tidak terpungut Cukai, Bea masuk dan PDRI atas rokok dan MMEA ilegal yang dimusnahkan sebesar Rp 8,7 miliar," katanya.

Baca: Tak Punya Pekerjaan, Bobby Pilih Jualan Ganja di Kampungnya

Baca: Pegasus Tembak Mati 2 Begal Jalanan, Berulang Kali Beraksi di Kota Medan

"Apabila MMEA ilegal berhasil diedarkan kepada masyarakat akan menimbulkan dampak buruk, terhadap penyalahgunaan MMEA ilegal. Antara lain mengganggu kesehatan, ketertibandan ketentraman serta mengganggu pemasaran produk BKC ilegal," ungkap Oza.

Perlu diketahui, acara pemusnahan barang berupa MMEA dilakukan dengan cara digilas dengan alat berat dan untuk rokok dengan cara dibakar. Sedangkan untuk ballpress dimusnahkan dengan cara ditimbun.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved