Tiga Mahasiswa KKN dan Seorang Pelajar Hanyut di Sungai Asahan, Ini Identitasnya

"Jadi awalnya mereka mandi-mandi di tepi sungai. Tiba-tiba dua temannya hanyut terbawa arus," kata Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (8/8/2018) malam.

Tiga Mahasiswa KKN dan Seorang Pelajar Hanyut di Sungai Asahan, Ini  Identitasnya
tribun medan/HO
Lokasi tenggelamnya mahasiswa tiga mahasiswa KKN dan seorang pelajar di Sungai Asahan, Rabu (8/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Empat mahasiswa Universitas Muslim Nusantara hilang setelah hanyut di Sungai Asahan, Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Sonsongan, Kabupaten Asahan, Rabu (8/8/2018).

Rombongan mahasiswa tersebut, pergi ke sungai karena ingin melepas penat dan lelah setelah Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka selesai di wilayah Kelurahan Siumbut-umbut, Kabupaten Asahan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa delapan mahasiswa mendatangi sungai bersama enam masyarakat Kelurahan Siumbut-umbut dengan menumpang sebuah mobil pikap, sekitar pukul 15.30 WIB.

"Jadi awalnya mereka mandi-mandi di tepi sungai. Tiba-tiba dua temannya hanyut terbawa arus," kata Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (8/8/2018) malam.

Tatan menjelaskan bahwa saat keduanya hanyut, tiga rekannya yang lain berusaha untuk menolong. Malang, arus yang deras malah membuat mereka terbawa arus. Terlebih Sungai Asahan memang terkenal memiliki arus yang deras. Tak lama setelahnya, warga sekitar yang melihat kejadian itu mencoba memberikan pertolongan, tapi hanya satu orang yang berhasil ditolong.

"Korban selamat atas nama Fandi Ahmad Siregar, warga Tanjungbalai. Sementara yang lainnya belum ditemukan hingga kini," ujar Tatan.

Empat korban hilang adalah:  Maya Daulay (21) warga Deliserdang, Maulidia Batubara (21) warga Deliserdang, Dwihadi Hendra (21) warga Sumatera Barat, dan Fery (14), pelajar asal Siumbut-umbut.

Pascakejadian personel gabungan langsung dibentuk. Ada sekitar 25 personel dari BPBD, TNI dan dari kepolisian yang terlibat dalam melakukan pencarian.

Sementara itu, Kabid BPBD Asahan Khaidir Sinaga mengatakan, pencarian terhambat medan yang cukup terjal menuju titik hilangnya korban. Jaraknya dari pos BPBD Asahan sekitar dua jam.

"Kita sampai tadi di sana itu jam tujuh malam. Kita tidak bisa melakukan pencarian malam hari, karena kondisi medan yang sangat terjal," kata Khaidir.

"Pencarian para korban yang hanyut, akan dilakukan mulai besok pagi. Tim akan menyisir sungai sepanjang radius 10 kilometer," pungkas Khaidir.(cr9/tribun-medan.com)

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved