Jelang 73 Tahun Kemerdekaan RI, Anak-anak di Kawasan Ini Belajar Malam Hari Masih Gunakan Teplok

Warga bahkan merasa belum merdeka meski HUT RI Ke-73 tinggal tujuh hari. Warga telah lama berharap kampung mereka tidak lagi gelap gulita.

Jelang 73 Tahun Kemerdekaan RI, Anak-anak di Kawasan Ini Belajar Malam Hari Masih Gunakan Teplok
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Pelajar di Dusun III Huta Namora, Kabupaten Samosir, Kamis (9/8/2018) malam. Pada malam hari, anak-anak di dusun ini terpaksa belajar menggunakan lampu minyak (teplok) yang minim cahaya. Dusun ini belum merasakan nikmatnya penerangan cahaya dari listrik. 

Warga telah berulang mengajukan persoalan itu ke Pemkab melalui rapat-rapat desa. Menurut mereka, yang terjadi selama ini adalah pemerintah kabupaten kurang peduli.

Persoalan yang dihadapi warga sudah berlangsung lama. Pemimpin berganti, rezim berubah namun desa mereka tetap terkesan ditinggalkan.

"Kurang masuk akal, dari periode-periode sebelumnya hingga saat ini kami selalu ditinggalkan. Padahal,  jarak ke Kantor bupati dari perkampungan kami tidak jauh," tambahnya.

Warga lainnya, Br Sembiring menyampaikan hal serupa. Minimnya penerangan merupakan kendala utama bagi mereka. Termasuk jalan desa yang dianggap mempersulit akses untuk dilalui dalam hal mengangkut hasil bumi ke pasar maupun jalur anak sekolah.

Aktifitas mereka pada malam hari lainnya yang terkendala "mangaletek" (memisahkan kemiri dari cangkangnya) dan juga mengayam tikar. Sehari-hari mereka hanya melewati gelapnya malam dengan penerangan lampu minyak.

Biaya untuk bahan bakar lampu minyak juga sulit didapat dari pasar. Karenanya, mereka terpaksa membeli minyak solar untuk kebutuhan penerangan.

Sementara itu, Bupati Samosir ditemui, Jumat (10/8/2018) tidak menepis. Diakuinya, 816 rumah tangga belum mendapatkan listrik di Samosir.

Disinggung soal alasan dan kendala desa yang hanya berjarak 2 Km tidak teraliri listrik itu, Rapidin mengatakan akan mengecek ke PLN. 816 desa katanya sudah sedang disulkan ke PLN Pusat maupun tingkat wilayah maupun ke Kementerian, ESDM.

Dia berjanji, akhir tahun 2018 desa-desa yang belum teraliri listrik itu sudah akan terang oleh PLN. Katanya, Pemkab akan melakukan pengawasan agar PLN bekerja.

"Kita tunggu saja ya, akhir tahun ini desa-desa itu sudah harus teraliri listrik. Nanti kita juga akan cek kembali,"tuturnya.

Disebutnya, usulan untuk 816 rumah tangga yang belum memiliki penerangan listrik itu sudah diusulkannya dua bulan lalu. Namun,  hingga kini mereka masih menunggu. (cr1/tribun-medan.com) 

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved