Breaking News:

Edisi Eksklusif

BPJS tak Lagi Tanggung Pengobatan, Pasien Rehabilitasi Medik di RSUD Deliserdang Turun Drastis

Jumlah pasien yang berobat di instalasi rehabilitasi medik rumah sakit milik pemerintah menurun drastis

Tribun Medan
Instalasi rehabilitasi medik RSUD Deliserdang 

MEDAN, TRIBUN – Jumlah pasien yang berobat di instalasi rehabilitasi medik rumah sakit milik pemerintah menurun drastis.

Bahkan, instalasi medik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Deliserdang, Kota Lubukpakam hanya menyisakan deretan bangsal kosong alias tak ada pasien.

Adapun penyebab menurunnya jumlah pasien di instalasi rehabilitasi medik di sejumlah rumah sakit karena beredarnya informasi BPJS Kesehatan tidak menanggung tiga pelayanan kesehatan. Seperti, operasi katarak, persalinan bayi yang lahir sehat dan rehabilitasi medik.

Peraturan itu dikabarkan berlaku sejak 25 Juli 2018. Namun, pada awal Agustus 2018, Tribun Medan/Tribun-Medan.com mendapat informasi sejumlah pasien yang berobat di RSUD Deliserdang histeris.

Para keluarga pasien di instalasi rehabilitasi medik meneteskan air mata lantaran terhitung 1 Agustus 2018, rumah sakit tidak melayani pasien BPJS Kesehatan.

“Sedih kali pasien di rehabilitasi medik enggak ditanggung BPJS Kesehatan lagi. Para keluarga menangis serta membentangkan poster. Kasihan kami melihat mereka. Kini sepi, enggak ada pasien BPJS,” ujar seorang staf di RSUD Deliserdang saat berbincang bersama Tribun Medan/Tribun-Medan.com, sepekan lalu.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Baca: Gaji Honorer Tiga Bulan Tak Dibayar Akibat Klaim BPJS RSUD Pirngadi Tak Kunjung Cair

Baca: Manajemen Rumah Sakit: Anggota Dewan Belajar Dulu Sistem Pembayaran BPJS!

Baca: Gelar Pertemuan, Komisi B DPRD Sebut Terima Banyak Keluhan soal BPJS dan Pelayanan Rumah Sakit

Lalu, Tribun Medan/Tribun-Medan.com, melakukan pengecekan langsung ke RSUD Deliserdang, Kota Lubukpakam.

Pada saat memasuki ruang instalasi rehabilitasi medik, hanya melihat beberapa pegawai yang duduk. Sedangkan, ruang perawatan kosong alias tidak ada pasien.

Deretan bangsal tersusun rapi serta gorden-gorden yang digulung ke atas.

Alat-alat berlatih jalan untuk penderita stroke tersusun rapi di berbagai sudut ruangan tersebut. Para tenaga medis terlihat duduk sembari berbincang karena tak ada pasien. (*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved