Gambara Toba Bangkit, Potret Orang Batak Tahun 1900 Bisa Kenang Sejarah Melalui Foto

Gambara kembali melaksanakan kegiatan yang mengangkat realitas kehidupan suatu masyarakat

Gambara Toba Bangkit, Potret Orang Batak Tahun 1900 Bisa Kenang Sejarah Melalui Foto
Suasana pameran foto Gambara Toba Bangkit digelar di Atrium Uniland Plaza Jl. M. T. Haryono, Gg. Buntu, Kota Medan yang digelar 6 Agustus hingga 6 September 2018 (Tribun Medan/HO) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gambara kembali melaksanakan kegiatan yang mengangkat realitas kehidupan suatu masyarakat. Setelah sebelumnya mengangkat realitas kondisi masyarakat Nias dan masyarakat flores, kali ini, Gambara mengangkat potret Batak di tahun 1900 yang bertajuk Gambara Toba Bangkit.

"Mulai tahun 2017, Gambara memang menetapkan Danau Toba sebagai focus area nya. Kegiatan ini dimulai dari photo trip Batak 1900 Imagery dan lomba foto karya-karya terbaik dari para fotografer. Dan inilah yang kita pamerkan hari ini," kata ketua panitia Gambara Toba Bangkit, Palti Almsyah Siregar, Sabtu (11/8)

Gambara merupakan sebuah gerakan yang berbasis fotografi yang terbentuk dari tokoh-tokoh fotografi yang memiliki semangat bersama untuk membangun bangsa lewat potret realitas sosial dan pendidikan fotography untuk semua.

"Gambara sudah terbentuk sejak tahun 2011 di Jakarta. Kegiatan yang kami lakukan cukup banyak. Tahun 2010, kami mengadakan Lomba Foto Gambara Nias Bangkit dengan tema Solidaritas untuk Nias, 6 tahun pasca Tsunami dan tahun 2012 kami mengangkat Lomba Foto Flores Bangkit dengan tema Cinta Bhinneka Tunggal Ika," kata Palti sembari menyeruput kopi.

Lebih jauh di jelaskannya, Gambara Nias Bangkit merupakan lomba foto dengan realitas sosial sebagai hirauan utamanya dalam aspek Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Kemasyarakatan. Sedangkan Gambara Flores Bangkit mengangkat realitas hidup masyarakat Flores yang memiliki banyak keberagaman namun tetap bisa bertoleransi dengan baik.

Bekerja sama dengan Potret Studio, pameran foto Gambara Toba Bangkit digelar di Atrium Uniland Plaza Jl. M. T. Haryono, Gg. Buntu, Kota Medan. Sebanyak 50 karya dipertunjukkan secara gratis kepada seluruh pengunjung tempat tersebut.

Pada pameran yang berlangsung sejak 6 Agustus 2018 tersebut, 26 karya yang dipamerkan merupakan hasil dari Toba Instagram Photo Competition dan sisanya merupakan hasil dari Batak 1900 Imagery.

"Kali ini pameran memang dilakukan di pusat
perkantoran, dengan tujuan kami ingin menyasar para pekerja kantoran agar meskipun seharian di kantor, tapi tetap tahu realitas bangsa batak," kata Palti.

Menurut Palti, pameran ini akan membuat orang yang datang mengetahui sejarah-sejarah bangsa batak di tahun 1900 dan tentang realitas kehidupan masyarakat sekitaran danau toba.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved