BPJS Setop Layanan Operasi Katarak, Persalinan, dan Rehabilitasi Medik, Pasien Rumah Sakit Menurun

Suasana di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, lengang

BPJS Setop Layanan Operasi Katarak, Persalinan, dan Rehabilitasi Medik, Pasien Rumah Sakit Menurun
ilustrasi
BPJS 

"Sejak diberlakukan itulah mulai sepi. Sebelumnya, kan, malah sempat demo juga di sini. Keluarga- keluarga pasien menangis, bawa poster-poster juga. Kami sedih kali melihatnya. Namun mau macam mana kami bikin, peraturannya kayak begitu," ujarnya.

Petugas medis lain bernama Junaidi, mengatakan saat ini pasien yang mereka rawat tinggal pasien- pasien pengguna Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Setelah demo-demo itu sekarang sepi. Sehari ini cuma ada tiga pasien. Semuanya pakai Jamkesda. Tinggal pasien Jamkesda dan pasien umum lah yang dirawat sekarang. Pasien BPJS sudah enggak ada lagi," kata Junaidi yang ditemui Tribun di ruang instalasi medik yang lengang itu.

Deretan bangsal tersusun rapi, gorden-gorden yang digulung ke atas. Di sudut-sudut ruangan, alat-alat berlatih jalan untuk penderita stroke tersusun rapi. Para tenaga medis berbincang sesamanya.

Situasi ruang klinik tumbuh kembang anak yang terletak di lantai dua rumah sakit tidak jauh berbeda. Sepi, hanya ada tiga pasien yang sedang menjalani perawatan. Ketiganya bukan pengguna BPJS.

"Ruang ini untuk anak berkebutuhan khusus. Beberapa hari lalu, ada datang keluarga pasien menanyakan kenapa biaya perawatan tidak ditanggung lagi. Ikut sedih juga rasanya waktu menjelaskan.

Mereka bukan orang kaya, sedangkan untuk terapi anak-anak berkebutuhan khusus ini butuh proses yang lama dan biayanya tidak kecil," kata seorang tenaga medis bernama Ulina.

Dijelaskannya, pelayanan terapi medik atau fisioterapi meliputi tindakan terapi fisik dan terapi exercise, seperti penguatan otot, pelenturan otot, dan koordinasi tubuh.

"Tiap-tiap orang butuh waktu sembuh yang bervariasi, tergantung dari perkembangan dan respon dalam menerima pengobatan. Jika dibatasi, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Apalagi di sini kita belum punya dokter spesialis," katanya.

Persoalan serupa terjadi RSUP Haji Adam Malik. Hanya saja, lantaran masih memiliki dokter spesialis, aturan baru belum penuh diberlakukan. RSUP Adam Malik, sebagaimana RSU Dr Pirngadi, masih melayani pasien BPJS.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved