Bukan Semakin Cantik, Model Ini Merasa Seperti Nenek-nenek Usai Operasi Payudara
Beberapa tahun hidup dengan tampilan payudara yang baru, perempuan ini malah mengalami kesakitan yang luar biasa.
TRIBUN-MEDAN.com - Prosedur operasi plastik sudah menjadi hal yang biasa belakangan ini. Mulai dari metode suntikan hingga prosedur bedah.
Sekalipun sudah banyak dokter yang berhasil melaksanakan tindakan operasi plastik, tapi ada saja efek samping yang tidak diinginkan terjadi.
Seperti yang dirasakan oleh youtuber sekaligus model asal Australia satu ini.
Melansir news.com.au, Karrisa Pukas pertama kali melaksanakan prosedur implan payudaya pada tahun 2014.
Beberapa tahun hidup dengan tampilan payudara yang baru, perempuan ini malah mengalami kesakitan yang luar biasa.
Ia sempat mengalami gangguan pada pengelihatannya, berjerawat batu, keringat berlebih, kerontokan rambut hingga aroma badan yang tidak sedap.
Semuanya kesakitan itu diceritakannya pada sebuah video di saluran Youtube miliknya yang berjudul “The Truth About Breast Implant”.
“Aku mengalami penurunan kualitas pengelihatan,seperti seorang nenek-nenek. Punggung dan pinggulku terasa sangat sakit, bahkan pencernaanku pun bermasalah," ucapnya dalam video itu.
"Aku tidak tahu apa penyebabnya, kenapa aku merasa tubuhku seperti orang tua, padahal umurku masih 26 tahun."
“Aku merasa seperti hidup di tubuh yang berumur 90 tahun,” sambungnya.
Dalam video itu dia juga mengatakan, selama itu dia selalu mencoba menjalani pola hidup sehat dengan menjadi vegetarian dan olahraga rutin. Tapi entah kenapa tidak ada satupun usaha itu yang bekerja dengan baik.
Rasa sakitnya tidak berkurang. Bahkan dokter sekalipun mengatakan tidak ada yang salah dengan dirinya.
“Aku melakukan pemeriksaan, tapi semua hasilnya mengatakan tidak ada yang salah di tubuhku. Tapi aku masih terus saja kesakitan,” katanya.
Itulah sebabnya dia memutuskan untuk mengangkat implan payudaranya pada tahun ini.
Berdasarkan pengalaman yang dilalui Karissa Pukas, Allure.com menemui seorang dokter ahli bedah bernama Peter Gapizi.
Gapizzi yang sudah berpengalaman selama 15 tahun pun menjawab soal pengalaman yang dilalui Karissa, “Saya menegaskan bahwa, kejadian seperti itu tidak banyak dialami pasien operasi plastik.”
“Bisa dikatakan bahwa ada tahapan yang perlu dilakukan oleh pasien pembesaran payudara untuk mendapatkan hasil operasi yang baik seperti mereka impikan,” ucapnya.
Hal pertama yang perlu dilakukan menurut Gapizzi adalah, mencari dokter bedah plastik yang memiliki kualifikasi baik.
Selanjutnya, melakukan konsultasi beberapa kali untuk memastikan prosedur terbaiik, dan yang terutama adalah mencari dokter bedah yang benar-benar berkualitas, bukan hanya yang menawarkan harga murah saja.
“Aku sudah merawat sejumlah pasien yang pernah gagal dalam operasi plastik. Awalnya mereka tergiur dengan harga yang lebih murah, tapi setelahnya mereka menyesal karena karena dokter bedah sebelumnya tidak profesional,” katanya kepada Allure.
Beberapa operasi plastik mungkin akan memiliki risiko tersendiri. Sedang beberapa yang lain justru akan berakir pada kepuasan.
Tapi yang utama harus dipastikan adalah, sebelum melakukan prosedur operasi plastik, pasien harus benar-benar bertanya dengan jelas kepada dokter bedanya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/karrisa-pukas_20180813_162309.jpg)